SUARA BANDUNG – Setahun sudah tragedi Kanjuruhan berlalu. 135 jiwa melayang dalam tragedi kelam dalam dunia sepak bola Indonesia bahkan dunia.
Memperingati satu tahun tragedi kanjuruhan, keluarga korban didampingi elemen masyarakat lainnya menggelar aksi di depan Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu (1/10/2023).
Aksi diisi dengan agenda do’a bersama, mimbar dan rilis satu tahun perjuangan.
Melansir informasi dari instagram @arema_bluearmy (1/10/2023), aksi berlangsung kondusif hingga acara selesai.
Tidak ada nyanyian rasis profkatif dan tindakan yang merugikan, kegiatan berjalan sesuai dengan yang direncakan sebelumnya.
Dalam giat aksi peringatan satu tahun Tragedi Kanjuruhan, keluarga korban diberi kesempatan untuk masuk dan melihat kondisi dari dalam stadion.
Momen itu bisa saja jadi kesempatan terakhir bagi keluarga korban sebelum stadion yang menjadi tempat kejadian perkara dari tragedi kelam itu dibongkar oleh pemerintah.
“Memasuki tiap jengkalnya membuat Perasaan kami campur aduk, bagaimana malam pilu itu benar benar membuat kepala dan hati kami berkecamuk!” tulis @arema_bluearmy, dikutip Senin (2/10/2023).
Di foto tersebut tampak pagar pembatas sudah mulai dibongkar dan dirobohkan. Tampak juga puing-puing dari di beberapa sudut stadion.
Baca Juga: Lama Bungkam, Artis Senior Ida Iasha Akui Sudah Bercerai Sejak Tahun 2011
“Andai nantinya akan terwujud rupa baru kanjuruhan, saya yakin rasanya tidak akan pernah sama lagi”, pungkasnya.
Atas dasar faktor kalayakan, keamanan dan keselamatan, Stadion Kanjuruhan ini harus diruntuhkan.
Meski demikian, ke depannya Stadion Kanjuruhan ini akan dibangun kembali agar lebih representatif dan sesuai dengan standar. (*/Rahadian)