SUARA BANDUNG - Edi Darmawan dan saudara mendiang Mirna Salihin merasa ditipu Netflix.
Pasalnya, Edi Darmawan dan Sandy Salihin, merasa film dokumenter dari Netflix terkait kematian Mirna Salihin yang dinyatakan telah dibunuh oleh Kopi Sianida Jesicca Wongso, justru mengaburkan fakta pengadilan.
Berawal saat film dokumenter dari Netflix berjudul 'Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso' yang juga melibatkan Edi Darmawan dan saudara kembar mendiang Mirna Salihin, justru menimbulkan kesangsian dari publik atas kasus itu.
Padahal, menurut Edi Darmasan dan Sandy Salihin, kasus yang sempat heboh 7 tahun lalu itu, sudah jelas menyatakan jika Jessica Wongso meracuni Mirna Salihin menggunakan sianida yang dicampurkan pada kopi mendiang.
Muncul kembali pro dan kontra yang mengatakan bahwa Jessica Wongso tidak bersalah dan ada beberapa kejanggalan dari kasus 'Kopi Sianida', usai film tersebut dirilis.
Menanggapi hal itu, Edi Darmawan menegaskan bahwa ia merasa ditipu oleh Netflix dan menyarankan publik untuk tidak berlangganan platform fim dari Singapura tersebut.
"Om ketipu sama Netflix, udah jangan langganan lagi. Mendingan beli makanan sono, enak. Jangan langganan Netflix, penipu itu, saya aja ketipu," kata Edi Darmawan, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Sabtu (7/10/2023).
Edi Darmawan mengaku orang Netflix yang mendatanginya adalah seorang bule dan meminta keterangan darinya sedikit terkait kasus kematian si anak.
Akan tetapi ketika film yang judulnya ia berikan tersebut rilis, justru menjadi pisau bermata dua untuknya. Oleh karena itu, Edi menegaskan bahwa ia akan menggugat Netflix, begitu pula dengan Sandy Salihin.
"Iya (mengajukan gugatan), om juga sudah rencana. Sandy, anak om yang ada di Jerman juga sudah pake lawyer. Semacam kerugian gitu," ungkap dia.(*)