SUARA BANDUNG - Kasus Kopi Sianida kembali hangat diperbicangkan. Kali ini Karni Ilyas mendapatkan kesempatan berbicara langsung dengan Edi Darmawan.
Edi Darmawan yang merupakan ayah dari mendiang Mirna Salihin, beberapa kali menegaskan kepada Karni Ilyas bahwa Jessica Wongso adalah pembunuh anaknya melalui Kopi Sianida.
Namun, ada momen di mana Karni Ilyas nampak melongo dengan perkataan Edi Darmawan, saat ia menanyakan perihal wawancara dari Netflix terkait dokumenter film dari kasus Kopi Sianida tersebut.
Berawal dari pertemuan Edi Darmawan dengan manajer dari Oliever Caffe, Karni Ilyas menanyakan terkait scene menembak di dokumenter kasus Kopi Sianida.
Edi Darmawan mengaku, malam itu ia bertemu dengan salah satu dokter otopsi almarhumah. Namun menurutnya, ada yang tidak beres dengan si dokter.
Bahkan usai proses itu, Edi menyebut si dokter selalu kabur ketika tak sengaja ketemu dengan dirinya.
"Saya kan dulu punya istri, meninggal bapaknya, ketemu lagi. Dia juga yang embalming (membalsem jenazahnya), saya bilang,'Eh kurang ajar lu dokter nih! Dokter brengs*k lu!', gua bilang," cerita Edi Darmawan ngalor-ngidul, dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Sabtu (7/10/2023).
"Dia kabur, akhirnya ganti dokter lain, dia ketakutan sama saya," lanjutnya menggebu-gebu.
Spontan, Karni Ilyas menyebut bahwa tentu saja si dokter ketakutan, apabila bertemu Edi Darmawan yang membawa pistol.
Baca Juga: Gagal Menang, Pelatih Persebaya Akui Kehebatan Tim Persib Bandung dan Ungkap Adanya Kesalahan Pemain
"Ya takutlah pakai pestol," ujar Karni Ilyas, seketika didebat Edi Darmawan.
Ia menegaskan memang dirinya pernah beberapa kali menang lomba menembak, tapi tak serta merta membuatnya sembarangan menodong orang menggunakan senjata api.
"Bukan pakai pestol! Saya nggak pernah keluarin pestol. Saya ini juara Asean satu kali, nomor 2. Juara Turnamen Presiden Cup, Gubernur Cup, menembak," aku Edi.
Sempat melongo, Karni Ilyas kembali mengembalikan alur terkait scene menembak yang dilakukan oleh Edi di film dokumenter 'Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.'
Ternyata, ada scene ia menembak, sebab ditanya oleh si pembuat film mengenai hobinya.
"Saya bilang saya demen mancing, tapi kapal saya sudah saya jual. Trus 'lu ada hobi lain nggak?', saya bilang saya atlet nembak. Yaudah," katanya.(*)