SuaraBandungBarat.id - Pola pendidikan di Pondok Pesantren memilkiki karakteristik yang khas jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya.
Pesantren hadir dalam sejarah pendidikan yang teramat panjang di Negeri ini, mulai dari pra kemerdekaan hingga bangsa ini menreguk nikmatnya merdeka dari belenggu penjajahan bangsa asing.
Pondok Modern Darussalam Gontor (Ponpes Gontor) di Ponorogo, Jawa Timur merupakan satu dari sekian banyak pesantren bersejarah yang menjadi ikon Ponpes ideal di Bumi Nusantara.
Namun, kesakralan Ponpes Gontor sempat terganggu dengan kasus kematian salah seorang santri yang diduga karena korban tindakan kekerasan.
Seseorang yang mengaku sebagai mantan santri Gontor membongkar bagaimana aksi kekerasan terjadi di ponpes tersebut. Pengalamannya dibeberkan melalui akun Twitter @FadhilFirdausi dalam sebuah utas.
Pada awalnya ia me-retweet salah satu akun yang mengunggah sebuah artikel soal alasan kenapa Gontor tidak membawa pelaku ke ranah hukum.
"waktu mondok di sini semua santri didoktrin kayak gini: "sesuatu yang tidak membuatmu mati akan membuatmu semakin kuat". Haha gila gak tuh batasnya mati. Dan sekarang pas udah ada yang mati tanggung jawabnya gaada bahkan ditutup tutupi," cuitnya.
Dia lantas menceritakan pengalamannya saat menjadi santri di sana.
"Aku inget banget pas pertama kali nyampe di sana sebagai calon santri, langsung kerasa ketidakmanusiawiannya. Itu masih calon santri, yang masih dikalem-kalemin," ujarnya.
Baca Juga: Ulfi Hida Zainita, Mahasiswa UI Terbaik Presentasi Konferensi Internasional di Korsel
Ketika menjadi calon santri, ia kemana mana disuruh lari sambil digiring oleh ustadz pengurus menggunakan motor. "Benar-benar kayak bebek digiring ke sawah," imbuhnya.
Pada tahun pertama saat masih menjadi anak baru, ia merasa masih mendapat perlakuan yang biasa. Ia biasa dihukum oleh pengurus rayon kelas 5. Meskipun begitu, perlakuan yang diterima sudah terbilang sadis.
Menurut penuturannya, setiap malam selalu ada kegiatan mahkamah.
Mahkamah sendiri merupakan hukuman untuk orang-orang yang melanggar aturan pondok pada hari itu.
"Hukumannya ngapain? Disuruh masuk satu kamar, terus disuruh push up, sit up, kayang kuda-kuda macam-macam. Keluar pasti keringetan," jelasnya.
Namun, hukuman bisa lebih parah jika yang menghukum sedang bad mood (suasana hati yang buruk). Santri bisa dipukul menggunakan tongkat besi, rantai, kabel tebal, dan lain sebagainya.