SuaraBandungBarat.id - Berita kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di tangan Ferdy Sambo saat ini masih terus berlanjut.
Spekulasi isu-isu liar bermunculan, hingga dugaan pelecehan seksual Putri Candrawathi dengan Brigadir J dan perselingkuhan dengan Kuat Ma'ruf hingga skenario terjadi penembakan yang terjadi di rumah dinas Duren III Jakarta Selatan
Hal tersebut terungkap melalui rekonstruksi pembunuhan Brigadir J dan kesaksian Bripka RR.
Dalam kesaksian Bripka RR yang telah disampaikan pengacaranya, Erman Umar dikutip dari suara.com pada 13 September 2022.
Di mana Bripka RR sempat telah menyembunyikan senjata panjang dan pendek Brigadir J yang terletak di kamar ADC lantai 1 dipindahkan ke kamar anak Ferdy Sambo yang berada di lantai 2.
Hal tesebut dilakukan Bripka RR sebelum memanggil Brigadir J karena sempat dipertanyakan oleh Putri Candrawathi.
Putri Candrawathi juga sempat bertanya 'Yosua di Mana' kepada Bripka RR dan Putri Candrawathi juga meminta untuk bertemu dengan Brigadir J.
Baca Juga:
Siap-Siap Pesan Tiket Pesawat, Ada Diskon hingga 70 Persen dan Kesempatan Terbang Gratis
Erman Umar mengungkapkan, Bripka RR atau Bripka Ricky Rizal pun bertanya ke Putri Candrawathi mengenai peristiwa yang terjadi.
Namun Putri Candrawathi tak menjawab pertanyaan tersebut dan menanyakan posisi Yosua di mana.
Sebelum memanggil si Yosua, Ricky Rizal berinisiatif untuk mengamankan senjata bersama Bharada E yang berada di kamar ADC lantai 1.
Senjata berupa senjata panjang dan senjata pendek tersebut langsung diamankan ke kamar anak Sambo di lantai 2.
"Bripka Ricky takut apabila tak diamankan akan digunakan Yosua karena sempat dihalangi Kuat menggunakan pisau," ujar Erman menuturkan pengakuan Ricky.
Barulah kemudian si Ricky turun dan mencari Yosua yang kemudian ditemukan sedang berada di depan rumah.
Ricky pun juga sempat bertanya ke Yosua tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Namun si Brigadir J mengaku tidak tahu alasan Kuat tiba-tiba marah kepadanya.