Ahli Forensik Ungkap Ferdy Sambo Diduga Psikofat, Harus Mendapatkan Penjagaan Ketat

bandungbarat

Rabu, 28 September 2022 | 06:05 WIB
Ahli Forensik Ungkap Ferdy Sambo Diduga Psikofat, Harus Mendapatkan Penjagaan Ketat
Sosok Putri Istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. terungkap soal dugaan Ferdy Sambo psikopat ((Suara.com))

SuaraBandungBarat.id -  Tersangka Fredy sambo kini semakin terpojok, pasalnya baru-baru ini mulai terungkap soal dugaan Ferdy Sambo psikopat.

Soal dugaan Ferdy Sambo psikopat pertamakali diungkapkan mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara.

hingga, pernyataan Deolipa Yumara mendapat dukungan Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel.

Kondisi seorang psikopat, menurut Reza justru harus mendapatkan penjagaan yang sangat ketat.

Pasalnya di balik Ferdy Sambo yang melakukan perlawanan dahsyat terhadap ancaman hukuman, bahkan terhadap institusi Polri, ada latar belakangnya.

Reza menyebut hal itu sebagai alasan Ferdy Sambo menutupi kelemahan dan ketakutan.

"Jangan-jangan menutupi kelemahan yang luar biasa, menutupi ketakutan yang luar biasa," kata Reza Indragiri dalam dialognya di kanal Youtube Irma Hutabarat-Horas Inang pada Minggu, 26 September 2022.

Reza menjelaskan kekuasaan Ferdy Sambo yang sebelumnya sangat powerfull dan kini menjadi powerless, tentu sangat berpengaruh.

"Bisa dibayangkan pasti tekanan batinnya juga luar biasa. Bahkan perasaan batinnya seolah-olah sudah mati," ujar Reza Indragiri.

baca juga

Reza mengatakan berdasarkan penelitian prevelensi orang yang mengakhiri hidup sendiri secara persentase di Kepolisian lebih tinggi dibanding masyarakat umum.

"Jangan sampai FS ini mengakiri hidupnya sendiri," katanya lagi.

Pasalnya dengan perilaku Ferdy Sambo yang disebutnya sering berbelok-belok, sebagai penanda bahwa Ferdy Sambo dalam kondisi tidak stabil.

"Perilaku FS yang belok kanan belok kiri jangan-jangan sebuah penanda bahwa yang bersangkutan tidak stabil," kata Reza menduga.

Sebagai contoh dalam suratnya Ferdy Sambo mengatakan mengakui dan akan bertanggung jawab terhadap pembunuhan yang dilakukan pada Brigadir J.

Tetapi keputusannya banding terhadap keputusan KKEP hingga ke PTUN sebagai salah satu tindakannya yang tak sinkron.

"Itu tak sinkron, tidak stabil. Sehingga kita punya alasan untuk mengingatkan teman-teman di Kepolisian, jaga FS baik-baik. Jangan sampai melakukan tindakan mengakhiri hidupnya sendiri," ungkap Reza.

Pasalnya jika hal ini terjadi maka proses hukumnya akan semakin berat.

Padahal masyarakat Indonesia sedang menggebu-gebu tengah memperjuangkan keadilan bagi Brigadir J.

"Kalau kemudian FS mengakhiri hidupnya kita mau bilang apa. Paling apes mendiang Brigadir J," ujar Reza.

"Selama-lamanya akan ada stigma sebagai pelaku kekerasan seksual, pembangkang atasan, dan menodai istri atasan," ujarnya.

Sumber : Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ramalan Shio Rabu 28 September 2022: Macan jangan Sebarkan Gosip dan Rahasia Pribadi, Kelinci Butuh Cinta untuk Atasi Stres

Ramalan Shio Rabu 28 September 2022: Macan jangan Sebarkan Gosip dan Rahasia Pribadi, Kelinci Butuh Cinta untuk Atasi Stres

Depok | Rabu, 28 September 2022 | 05:45 WIB

Dari Ki Ujang Si Petani Buta, Kang Dedi Belajar Arti Bersyukur dan Berbagi

Dari Ki Ujang Si Petani Buta, Kang Dedi Belajar Arti Bersyukur dan Berbagi

Denpasar | Rabu, 28 September 2022 | 05:39 WIB

Kriss Hatta Disebut Pedofil Karena Pacari Anak SMA, Ini Risiko Bahaya yang Mengancam Korban Pedofilia

Kriss Hatta Disebut Pedofil Karena Pacari Anak SMA, Ini Risiko Bahaya yang Mengancam Korban Pedofilia

Lifestyle | Rabu, 28 September 2022 | 05:45 WIB

Terkini

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

×