Pengawasan Impor Bahan Baku Obat Harus Diperketat

bandungbarat

Minggu, 23 Oktober 2022 | 09:14 WIB
Pengawasan Impor Bahan Baku Obat Harus Diperketat
Ilustrasi gagal ginjal akut pada anak (Suara.com/Geety Image)

SuaraBandungBarat.id- Pemerintah harus mengawasi lebih ketat penggunaan bahan baku obat sirop impor yang digunakan oleh industri farmasi di Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar obat yang beredar di tengah masyarakat aman dikonsumsi.

Guru Besar Farmasi UGM, Zullies Ikawati mengatakan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya kasus gagal ginjal akut pada anak yang terjadi saat ini di Indonesia. Salahsatunya adalah lemahnya pengawasan kualitas bahan baku yang didatangkan dari luar negeri.

“Jika dilokalisir dari faktor obat kemungkinan ada perubahan sumber bahan baku atau yang berbeda begitu,” katanya seperti dikutip dari YouTube KompasTV, Minggu (23/10/2022).

Ia menambahkan, seharusnya ada kontrol kualitas bahan baku yang dilakukan terhadap industri farmasi. Dengan begitu, ada upaya nyata untuk memastikan obat sirup tersebut aman dikonsumsi terutama oleh anak-anak.

“Kemudian ketika mungkin kurang ada control kualitas dari bahan baku tersebut sehingga tidak mengecek adanya cemaran. Misalnya dikroscek ke industri farmasi  masing-masing yah. Maka mungkin ini bakal jadi masalah (kurang kontrol),” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya penurunan kualitas bahan baku pembuatan obat tersebut. Namun tidak dicek dengan baik sehingga berakibat pada formulasi tersebut melebihi ambang batas. 

“Mungkin yang dulu masih aman kebetulan menggunakan bahan baku dari sumber tertentu. Ini misalnya ada perubahan tidak dicek atau kurang dicek kemudian digunakan dalam formulasi jadi melewati ambangnya dari ambang batas,” katanya.

Kemungkinan kedua, kata Zullies, perubahan kualitas obat sirup tersebut terjadi lantaran disebabkan saat proses penyimpanan dilakukan. Padahal sebelumnya obat tersebut normal dan memenuhi syarat.

“Ketika dipasarkan kemudian disimpan dalam kondisi tertentu misalnya, kemudian membuat menjadi terurai atau tidak stabil dalam penyimpanan sehingga kemudian meningkat atau kadar-kadar yang semula kecil menjadi bertambah. Itu juga menjadi kemungkkinan yang lain,” katanya.

baca juga

Sementara itu, di bagian awal seharusnya analisis yang maksimal dilakukan dengan baik. Pasalnya, jika dilakukan pada produk akhir komponen tersebut sudah banyak tercampur obat atau bahan yang lain. Sehingga harus ada metodologi atau metode analisis yang akurat untuk memastikan mengukur secara kuantitatif. 

“Sekali lagi kuantitatif, tidak hanya deteksi ada atau tidak. Tetapi jumlahnya berapa ini, untuk mengukur secara kuantitatif cemaran tersebut karena kalau itu masih dibawah ambang sebetulnya masih bisa diterima. Makanya kemaren BPOM sudah memeriksa, sebagian ada cemaran tapi masih dibawah ambang batas sehingga tidak ada masalah tetapi ada lima kemaren yang dirilis BPOM yang melebihi ambang batas,” tuturnya. (*)

Sumber: YouTube KompasTV

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buka Layanan Pengaduan Pasien Gagal Ginjal Akut Misterius, Peradi Padang Desak Kemenkes dan BPOM Bergerak Cepat

Buka Layanan Pengaduan Pasien Gagal Ginjal Akut Misterius, Peradi Padang Desak Kemenkes dan BPOM Bergerak Cepat

Sumbar | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 22:37 WIB

Terpopuler Kesehatan: Covid-19 Subvarian XBB Terdeteksi di Indonesia, Cara Pengobatan Gagal Ginjal Akut Misterius

Terpopuler Kesehatan: Covid-19 Subvarian XBB Terdeteksi di Indonesia, Cara Pengobatan Gagal Ginjal Akut Misterius

Health | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 22:14 WIB

Polri Diminta Usut Dugaan Pidana Impor Bahan Obat Sirup Pemicu Gagal Ginjal

Polri Diminta Usut Dugaan Pidana Impor Bahan Obat Sirup Pemicu Gagal Ginjal

Purwokerto | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 22:09 WIB

Terkini

Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King

Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King

Riau | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:36 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:20 WIB

Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026

Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:12 WIB

Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Your Say | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:05 WIB

Drama Inggris vs Norwegia: Gol Jude Bellingham Diprotes, FIFA Buka Suara!

Drama Inggris vs Norwegia: Gol Jude Bellingham Diprotes, FIFA Buka Suara!

Video | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:05 WIB

Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars

Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:52 WIB

Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih

Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih

Entertainment | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:44 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

×