Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
Ilustrasi penyakit talasemia. (Shutterstock)
  • Setiap tahun, sebanyak 2.500 bayi di Indonesia lahir dengan talasemia mayor yang memerlukan transfusi darah rutin seumur hidup.
  • Pemerintah dan berbagai pihak menyelenggarakan rangkaian kegiatan sepanjang Mei 2026 guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang skrining dini talasemia.
  • Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan memperkuat pengendalian talasemia sekaligus memutus rantai penurunan penyakit genetik antar generasi di Indonesia.

Suara.com - Talasemia masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Setiap tahunnya, sekitar 2.500 bayi lahir dengan talasemia mayor, yakni kelainan genetik berat yang membuat penderitanya harus menjalani transfusi darah rutin seumur hidup.

Padahal, sebagian besar kasus talasemia sebenarnya dapat dicegah melalui skrining dan deteksi dini.

Talasemia merupakan kelainan genetik yang memengaruhi pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Akibat gangguan tersebut, sel darah merah menjadi mudah rusak sehingga menyebabkan anemia dengan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap penderita.

Di Indonesia, angka pembawa sifat talasemia tergolong tinggi. Diperkirakan sekitar 2,6–11 persen populasi membawa sifat talasemia alfa, 3–10 persen membawa sifat talasemia beta, dan 1,5–36 persen membawa sifat HbE.

Banyak pembawa sifat talasemia tampak sehat dan tidak menyadari kondisi yang dimilikinya karena sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas.

Kondisi inilah yang membuat skrining menjadi sangat penting, terutama bagi remaja, calon pasangan menikah, keluarga dengan riwayat talasemia, maupun kelompok berisiko lainnya.

Tanpa pemeriksaan sejak dini, risiko penurunan talasemia kepada generasi berikutnya akan terus terjadi.

Bentuk talasemia minor umumnya hanya menyebabkan anemia ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali.

Namun pada talasemia mayor, pasien membutuhkan transfusi darah rutin sepanjang hidup untuk mempertahankan kondisi tubuhnya tetap stabil.

Selain transfusi rutin, penanganan talasemia juga membutuhkan pendekatan menyeluruh mulai dari skrining, diagnosis, terapi kelasi besi untuk mengurangi penumpukan zat besi akibat transfusi berulang, hingga dukungan psikososial bagi pasien dan keluarga.

Dengan perawatan yang optimal, penyandang talasemia tetap dapat hidup produktif dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.

Ketersediaan darah yang aman dan sesuai juga menjadi kebutuhan utama bagi penyandang talasemia mayor. Darah yang digunakan harus melalui proses pengurangan leukosit atau sel darah putih agar transfusi dapat berlangsung lebih aman dan berkelanjutan.

Dalam rangka memperingati World Thalassemia Day 2026 yang jatuh setiap 8 Mei, Sysmex Indonesia bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggandeng PMI Pusat, BPJS Kesehatan, serta Perhimpunan Orang Tua Penyandang Talasemia Indonesia (POPTI) menggelar rangkaian kegiatan bertema “United for Thalassemia”.

Kegiatan ini mengusung tema global “Hidden No More: Finding the Undiagnosed, Supporting the Unseen”. Rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang Mei 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daging Kambing Bikin Kolesterol dan Tensi Naik? Jangan Salah Paham, Ini Kata Dokter Tirta

Daging Kambing Bikin Kolesterol dan Tensi Naik? Jangan Salah Paham, Ini Kata Dokter Tirta

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:02 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM

Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:45 WIB

Terkini

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB