SuaraBandungBarat.id- Adik kandung Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yakni Bripda Mahareza Rizky Hutabarat menceritakan keberadaan dirinya di rumah sakit Kramat Jati saat ingin melihat kondisi mayat kakaknya tersebut.
“Bersama siapa saudara berangkat ke Kramat Jati?,” kata Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa dalam sidang pemeriksaan saksi atas kasus pembunuhan Brigadir J di PN Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022) seperti dikutip dari YouTube KompasTV, Senin (2/10/2022).
“Bersama Kayanma didampingi Kayanma saya,” jawab Reza.
“Bersama dengan Kayanma Salim. ,” kata Wahyu Iman.
“Siap,” kata Reza
“Setelah itu sampai di Kramat Jati?,” tanya Wahyu.
“Saya menunggu lagi sampai sekiranya pukul 03.20 pagi,” katanya.
“oh sampai 03.20 oke. Terus. Itu saudara Salim masih mendampingi saudara?,”tanya Wahyu.
“Masih. Saat itu saya meminta ijin kepada Kayanma saya. Saya bilang sebelum pukul 03.03 atau 03.20 sebelum dokter forensik keluar dari ruangan. Saya sempat minta ijin sama Kayanma saya. Saya bilang ijin komandan apakah saya boleh memakaikan pakaian almarhum yan terakhir kali?” jawab Reza.
Baca Juga: RD Main Perempuan Lain di Hari-H Pernikahan! Denise Coba Ingat Namanya
“Coba kamu tanya provos yang bertanggung jawab di sini katanya begitu yang mengamankan di sini,” jelas Reza.
“Terus,” kata Wahyu Iman.
“Saya tunggu, dokter forensik keluar, terus dokter itu bertanya bapa adiknya almarhur yah? Benar dokter saya adik kandungnya,” katanya Reza.
“Ini otopsi baru selesai 20 menit yang lalu sekarang lagi dilakukan pembersihan terhadap luka-luka pada almarhum karena ada beberapa lubang bekas tembakan,” jelas Reza.
“Saat dokter itu berkata demikian ada pangkat Kombes yang menepuk bahu dokter tersebut. Saya lupa namanya yang mulia,” jelas Reza
“terus tuh Kombes tersebut mengatakan cukup dok lalu menarik keluar dari pintu lobi. Selanjutnya berdua mengobrol saya tunggu lagi dan saya samperin dokter tersebut. Saya bilang ijin dokter apakah saya boleh memakaikan baju almarhum untuk yang terakhir kalinya,” kata Reza
“Dokternya bilang boleh, bapa kan saudara kandungnya. Terima kasih dok. Dokter itu pergi saya nunggu beberapa menit baru saya menghadap Kombes provos tersebut,” jelas Reza
“Saya minta ijin, tapi saat pertama kali saya minta ijin provos itu dia bilangnya udah di sini dulu ya katanya. Beliau masuk beberapa lama saya ga tau keluar lagi saya minta ijin lagi masih belum diperbolehkan karena alesannya masih disuntik formalin,” kata Reza.
“Setelah bapa Kombes itu bilang sedang disuntik formalin saya nunggu lagi. Saya lihat ada anggota yang membawa formalin sudah selesai saya tanyakn lagi sama kombes tersebut saya bilang. Ijin komandan apa boleh memakaikan pakaian almarhum untuk yang terakhir kali. Tunggu sini ya, beliau masuk nah yang terakhir itu lumayan agak lama yang mulia. Terus beliau keluar lagi saya tanyakan lagi ijin komandan apakah saya boleh?,” kata reza.
“suadah kamu tunggu di sini aja, celananya lagi dipakaikan,” jelas Reza.
“Ini yang sampaikan itu siapa?,” tanya hakim.
“Kombes tersebut,” jelas Reza.
“Kombes tersebut yang saudara tidak tau namanya,kemudian?,” timpal hakim.
“itu lagi dipakaikan celananya sudah kamu tunggu di sini aja. Sebentar lagi selesai,” kata Reza.
“Saat beliau ngomong begitu saya sedikit marah yang mulia. Saya kan adik satu-satunya yang ada di sini komandan saya keluarga satu-satunya yang ada di Jakarta. Biarkan saya masuk untuk pakaikan pakaian almarhum yang terakhir kalinya,” kata Reza.
“Saya ga tau, tanyakan aja sama tim forensiknya terus beliau pergi ,” kata Reza. (*)
Sumber:YouTube KompasTV