Dinkes KBB Cabut Status KLB Keracunan Massal di Bandung Barat

bandungbarat

Rabu, 22 Februari 2023 | 18:14 WIB
Dinkes KBB Cabut Status KLB Keracunan Massal di Bandung Barat
Seorang pasien saat menceritakan kronologi saat peristiwa keracunan massal terjadi di Bandung Barat belum lama ini (Hendra H Rusdaya)

SuaraBandungBarat.id- Status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada peristiwa keracunan massal di Kampung Cilangari, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat resmi dicabut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat.

Sekretaris Dinkes Bandung Barat Ridwan Abdullah Putra mengatakan, seluruh pasien yang menjalani perawatan baik di Puskesmas DTP Gununghalu maupun RSUD Cililin seluruhnya sudah dinyatakan sembuh dan telah kembali ke rumah masing-masing.

“Status KLB telah dicabut sejak Senin 20 Februari 2023, Alhamdulillah seluruh pasien yang dirawat sudah pulih. Dengan begitu status KLB keracunan kita cabut," katanya saat dihubungi Rabu (22/2/2023).

Ia menambahkan, pihaknya sebelumnya telah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat saat itu. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui secara pasti penyebab keracunan massal di wilayah tersebut.

"Jadi ada dua bakteri pemicu keracunan. Pertama Staphylococcus aureus, ditemukan di nasi dan E. coli di dalam sumber air yang dipakai untuk memasak. Diduga yang paling kuat pemicu keracunan dari E. coli," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya pun menerbitkan rekomendasi agar warga setempat tidak langsung mengkonsumsi air tanpa dimasak terlebih dahulu.

“Warga harus benar-benar mendidihkan air hingga 100 derajat agar bakteri dalam air mati dan aman untuk dikonsumsi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan Puskesmas tatkala akan menyajikan konsumsi dalam skala besar agar petugas bisa memastikan kuliner yang disajikan dalam kondisi aman, sehat dan bersih.

"Kita imbau air harus selalu dimasak sebelum dikonsumsi supaya bakteri mati. Terus pembuatan konsumsi skala besar harus koordinasi dengan petugas kesehatan setempat agar dicek dulu dan aman," katanya.

baca juga

Seperti diketahui, kejadian keracunan massal akibat makanan di Kampung Cilanggari ini terjadi, pada Sabtu (22/2/2023) yang mengakibatkan sebanyak 106 orang mengalami keracuanan dan dua prang diantaranya meninggal dunia. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPKP Bandung Barat Pastikan Stok Beras Aman

DPKP Bandung Barat Pastikan Stok Beras Aman

Bandungbarat | Rabu, 22 Februari 2023 | 17:22 WIB

Bapenda KBB Targetkan Realisasi Pajak 2023 Sebesar Rp539 Miliar

Bapenda KBB Targetkan Realisasi Pajak 2023 Sebesar Rp539 Miliar

Bandungbarat | Rabu, 22 Februari 2023 | 16:27 WIB

Biar Tak Menyesal Kemudian, Prof Muradi Beri Catatan Ini bagi Artis yang Ingin Terjun di Pilkada

Biar Tak Menyesal Kemudian, Prof Muradi Beri Catatan Ini bagi Artis yang Ingin Terjun di Pilkada

Jabar | Rabu, 22 Februari 2023 | 14:41 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×