Jamaah Jum’ah Hafidzakumullah…
Kedua, Ruhiyah (keimanan). Ramadhan adalah bulan ibadah dan bulan anti maksiat. Maka selayaknya kita mempersiapkan diri mulai saat ini dengan membiasakan ibadah lebih intensif dan lebih mengendalikan diri dari bermaksiat.
Saat Nabi Muhammad saw menyambut kehadiran Ramadhan, sebulan sebelumnya telah dipersiapkan dengan matang. Beliau semakin meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah sejak bulan Sya’ban. Ummul Mu’minin Aisyah ra menceritakan,
“Dan aku tidak melihat beliau berpuasa yang lebih banyak dibandingkan pada bulan Sya’ban.” (HR. Muslim)
Jamaah Jum’ah Hafidzakumullah…
Ketiga, Jasadiyah (fisik/jasmani). Selain menempa nilai-nilai spiritual dan keimanan, Ramadhan juga menguji kekuatan fisik.
Berpuasa sehari penuh dari terbit fajar sampai matahari terbenam memerlukan fisik yang benar-benar sehat.
Begitu pula dengan qiyamul lail (shalat tarawih), memerlukan jasmani yang prima untuk bisa menunaikannya dengan baik.
Maka sudah selayaknya, saat ini kita mulai berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan. Selalu makan makanan bergizi, dan berolahraga secara teratur bisa menjadi cara untuk mempersiapkan fisik.
Persiapkan jasmani dengan matang agar lancar dalam menjalani ibadah spesial selama sebulan penuh.
Sangat disayangkan jika Ramadhan tiba, namun kita justru tidak bisa melaksanakannya dengan maksimal karena dalam kondisi sakit, padahal pahalanya dilipatgandakan Allah SwT.
Jamaah Jum’ah Hafidzakumullah…
Keempat, Maliyah (harta). Selain bulan puasa dan bulan qiyamul lail, Ramadhan juga dikenal dengan bulan sedekah, bulan infak, dan tentu saja ada kewajiban zakat fithri. Ada pula keutamaan ber-umrah di bulan Ramadhan. Semua hal tersebut tidak bisa terlaksana jika tanpa adanya harta. Ibnu ‘Abbas ra berkata,
“Nabi saw adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Khutbah Kedua:
Jamaah Jum’ah Hafidzakumullah…
Apapun keadaan kita, siap atau tidak, maka Ramadhan akan tetap datang menghampiri.
Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang rugi karena menyambut Ramadhan ala kadarnya, atau malah tanpa persiapan sama sekali.
Semoga Allah SwT memanjangkan umur kita sehingga masih bisa berjumpa dengan Ramadhan.
Jamaah Jum’ah Hafidzakumullah…
Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik karena telah dipersiapkan dengan matang. Sehingga pahala dari Allah SwT yang bisa diraih juga lebih maksimal.
Dan pada akhirnya, kita bisa memasuki surga-Nya dari pintu Ar Rayyan. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin…
.
. .
.
.
.
.
Demikian khutbah Jumat tentang menyambut Ramadhan yang dikutip dari suaramuhammadiyah.id.(*)