bandungbarat

Jika Syetan Dibelenggu Saat Bulan Ramadhan, Kenapa Masih Ada yang Berbuat Dosa? Simak Penjelasannya

bandungbarat Suara.Com
Kamis, 30 Maret 2023 | 05:32 WIB
Jika Syetan Dibelenggu Saat Bulan Ramadhan, Kenapa Masih Ada yang Berbuat Dosa? Simak Penjelasannya
Ilustrasi syetan dibelenggu saat bulan Ramadhan. Namun, masih ada manusia yang berbuat dosa. (Tangkapan layar akun youtube Belajar Islam)

suarabandungbarat.id –  Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, dimana pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syetan akan dibelenggu.

Syetan dibelenggu oleh Allah SWT selama bulan Ramadhan agar tidak menggoda manusia yang sedang menjalankan ibadah puasa. Mereka pun bisa fokus beribadah.

Akan tetapi, mungkin diantara kalian ada yang mempertanyakan tentang istilah “syetan dibelenggu”, dan masih ada manusia yang berbuat dosa dan maksiat bahkan pada bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, simak penjelasan mengenai syetan dibelenggu saat bulan Ramadhan dan manusia yang masih berbuat dosa yang dilansir dari akun tiktok Gerald Vincent.

Jika syetan diikat atau dibelenggu saat bulan Ramadhan, seharusnya tidak ada kejahatan, bukan? 

Memang ada hadits yang mengatakan, “Selama bulan puasa syetan akan dibelenggu”. Namun, arti “dibelenggu” disini belum tentu seperti apa yang kita bayangkan.

Ustad Buya Yahya pernah mengatakan, “Manusia itu kalau dibelenggu tangannya, tetapi kalau syetan, iblis, makhluk ghoib, kita tidak melihat dan tidak tahu bentuknya seperti apa”.

Bahkan, kita tidak tahu seperti apa jika syetan dan iblis dibelenggu. 

Namun, tentu saja upaya mereka untuk berurusan akan manusia dibatasi oleh Allah SWT. Jadi, mereka dibelenggu dan tidak mengganggu lagi.

Baca Juga: Panas RDP Mahfud Di Komisi III DPR Soal Transaksi Rp 349 T, Ancam Balik Arteria Cs: Saya Bisa Gertak Juga!

Tetapi, kejahatan masih saja terjadi bahkan saat di bulan Ramadhan. Misalnya, masih ada yang mabuk-mabukkan, masih ada yang bertengkar, dan lain-lain.

Kenapa bisa terjadi hal demikian?

Hal itu bisa terjadi karena pada dasarnya, manusia memiliki hawa nafsu. Syetan masih menyisakan hawa nafsu yang sudah ditanam di diri manusia.

Ibaratnya, syetan itu biasanya ‘ngompor-ngomporin’. Sekarang yang ngomporin sudah tidak ada, akan tetapi apinya masih ada disitu.

Nah, api itu mau tetap menyala atau justru padam, itu tergantung manusia yang mengontrol hawa nafsu. 

Demikian penjelasan tentang istilah “syetan dibelenggu” saat bulan Ramadhan. Meski begitu, alangkah baiknya untuk tetap menjaga hawa nafsu supaya melakukan ibadah puasa menjadi berkah. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI