SuaraBandungBarat.id – Di Indonesia khususnya, percakapan seputar topik seksual dianggap tabu, padahal ini merupakan hal penting yang patut disampaikan sejak dini kepada anak sebagai bentuk edukasi, terutama untuk menjaga diri.
Edukasi seksual sebaiknya diberikan sejak dini kepada anak dan terutama diberikan oleh orangtua sebagai sosok pengasuh pertama dan utama bagi seorang anak.
Pemahaman mengenai topik seksual mulai diberikan sejak anak berusia kurang dari 0 sampai dengan 5 tahun, dimulai dengan pengenalan anatomi tubuh menggunakan penjelasan yang sederhana dan dapat dipahami si kecil.
Simak penjelasan Analisa Widyaningrum, seorang psikolog klinis, dilansir dari kanal YouTube Analisa Channel pada Rabu (19/04/2023).
Mulai usia 3 tahun, biasanya anak mulai mempertanyakan mengenai bagaimana ia bisa lahir dari perut ibunya.
Jika mendapat pertanyaan demikian, orangtua tidak perlu mengalihkan topik, sebab artinya anak tersebut kritis terhadap apa yang terjadi pada diri dan sekitarnya.
Bahkan, dari pertanyaan tersebut bisa diselipkan edukasi seks.
Cukup jelaskan bahwa Adik lahir dari perut Mama karena Papa dan Mama menikah, lalu selama 9 bulan di dalam perut, lahirlah Adik.
Orangtua tidak perlu menjelaskan prosesnya.
Usai memberi penjelasan, alihkan obrolan ke topik yang lain.
Pada usia 5 tahun, anak akan lebih kritis dalam berpikir, ia akan mengajukan pertanyaan seperti, ”Kok bisa sih Ma? Kenapa?”
Oleh karena itu, penting untuk memasukkan input.
Kakak itu kan laki-laki, Adik itu perempuan, Mama kan perempuan, Papa laki-laki. Suatu hari nanti, perempuan dan laki-laki akan menikah, ketika menikah, mereka bisa memiliki anak.
Penjelasan cukup sampai di sana, tidak perlu menerangkan prosesnya lebih lanjut.
Bisa juga diselipkan informasi mengenai perbedaan anggota tubuh pada perempuan dan laki-laki.
Ketika anak berusia 5-6 tahun mulai malu melihat saudaranya hanya memakai handuk dan tidak nyaman mengganti pakaian di tempat umum, artinya pada masa tersebut orangtua dapat memberikan edukasi mengenai anatomi tubuh, seperti bagian tubuh yang perlu ditutup, bagian tubuh yang perlu dijaga, serta bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, kecuali oleh orangtua dan keluarga terdekat atas alasan tertentu.
Orangtua juga bisa menjelaskan secara visual menggunakan gambar.
”Jadi sebenarnya pemahaman tentang aurat dan anatomi tubuh ini penting untuk anak umur 5-6 tahun,” ungkap Analisa.
Selain itu, anak juga perlu diajarkan mengenai cara untuk merawat tubuhnya, seperti apa yang perlu dilakukan terhadap alat kelaminnya seusai buang air kecil.(*)
Sumber: YouTube Analisa Channel