SuaraBandungBarat.id - Kabar perseteruan antara Nikita Mirzani dan sang putri sulungnya, Lolly, kian meanas.
Pasalnya Nikita sempat curhat di akun media sosialnya perihal Lolly yang dianggap kurang menghargai perjuangan Nikita yang secara penuh mendukung Lolly yang bersekolah di London.
Diketahui Nikita merogoh kocek yang tidak sedikit untuk dapat menyekolahkan Lolly di London demi masa depan sang putri yang lebih cerah.
Adapun kisaran biaya yang sudah dilontarkan Nikita untuk kebutuhan sekolah Lolly hingga saat ini yaitu berkisar 2 Milyar rupiah.
Namun di akun sosial medianya, Nikita nampak melampiaskan kekecewaannya terhadap sang buah hati lantaran selain masalah dengan Antoni Dedola, Lolly diduga boros masalah keuangan.
Tidak sampai disitu, Nikita juga mengaku bahwa dirinya seakan tidak dihargai lantaran komunikasi yang terjadi diantara mereka sudah semakin renggang akibat konflik sebelumnya bersama Antoni.
Melalui live Instagram, Nikita menyemprot Lolly yang seakan tidak menghargai kerja keras dan usaha Nikita kepada Lolly.
"kamu minta maaf aja di Whatsapp, ada mimi ga maafin? mimi maafin. Mimi kirim hadiah ke London, ada kamu appriciate? hadiahnya sudah kamu terima sayang, ada kamu appreciate ga? ada ga kamu bilang terima kasih?" Ujar Nikita dikutip dari Was Was, Rabu (31/5/2023).
Nikita pun kembali mempertanyakan kehidupan Lolly yang boros di London dimana Nikita mengaku sudah mengirim uang dalam jumlah yang cukup banyak namun Lolly dianggap boros.
Baca Juga: BWF Upayakan Atlet Rusia dan Belarus Dapat Kembali Berkompetisi
Lalu Nikita pun menyindir Lolly untuk meminta bantuan kepada seseorang yang diduga kuat adalah Antonio Dedola.
"Kamu minta tolong tuh sama your angel, sama your angel yang lagi kamu agung-agungkan itu," tambah Nikita.
Curhatan Nikita tersebut bukan tanpa dasar, melainkan dirinya menganggap bahwa sang buah hati dianggap kurang menghargai kerja keras Nikita untuk menyekolahkannya.
Ditambah lagi Nikita menganggap bahwa netizen cenderung membela Lolly dan membully dirinya membuat dia merasa semakin terpojokkan. (*)