SuaraBandungBarat.id - Mantan sopir Atta Halilintar, Arman, menjadi sorotan di media sosial setelah mengungkapkan pengalamannya sebagai mantan karyawan.
Meskipun sebelumnya viral sebagai sopir Atta Halilintar, Arman mengatakan bahwa selama 2 tahun bekerja untuk Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, ia merasa dizalimi.
Menurut Arman Sam, dia merasa terzalimi oleh Atta Halilintar karena gajinya selama bekerja dengan sang YouTuber sempat dipublikasikan dengan angka besar. Padahal gaji yang diterimanya sebenarnya terbilang biasa saja untuk ukuran sopir.
Akibatnya, dia pun merasa kesulitan bekerja lagi di tempat lain. Padahal katanya sudah ada banyak orang yang memanggilnya bekerja namun selalu berujung penolakan ketika tahu pernah bekerja dengan Atta karena gajinya terlalu besar.
Terkat hal tersebut, Atta Halilintar angkat bicara. Dia menjelaskan dari awal Arman bekerja hingga akhirnya keluar atau tidak lagi bekerja bersamanya. Atta Halilintar menyebut dirinya mulai tertarik mempekerjakan Arman setelah banyak yang memintanya untuk membantu supaya dia bisa bekerja.
Selama bekerja, menantu Anang Hermansyah mengaku jarang sekali disopiri oleh Arman. Apalagi biasanya dia bekerja pada malam hari dan sopirnya kesulitan jika harus bekerja malam hari dengan pandangan terbatas akibat faktor usia.
Pak Arman kini menyambung hidup sebagai pedagang kopi keliling dengan menggunakan sepeda kayuh. Sembari menjajakan kopinya, Pak Arman juga menawarkan jasanya untuk menjadi sopir.
"Setelah saya tidak bekerja di Atta, saya kembali berjualan kopi di jalanan," ungkap Pak Arman seperti dilansir dari kanal YouTube Intens Investigasi, Jumat (4/8/2023).
Meski ia tidak secara eksplisit menyebutkan siapa yang terlibat dalam perlakuan tersebut, jejak kerjanya bersama Atta dan Aurel mendorong spekulasi dan pemberitaan.
Baca Juga: Buku 'Wanita Muda di Sebuah Hotel Mewah': Realitas Kemiskinan di Sekitar Kita
Namun, setelah kontroversi berkembang, Arman kemudian mengklarifikasi bahwa pengakuannya bukanlah mengenai perilaku negatif Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah terhadap dirinya. (*)