SUARA BANDUNG BARAT - Kejadian ini terjadi beberapa tahun lalu ketika aku pindah rumah ke sebuah tempat yang cukup tua di pinggiran kota Bandung.
Saat pertama kali pindah, semuanya terasa biasa saja. Kami berusaha membereskan rumah agar nyaman untuk dihuni oleh keluarga kami.
Namun, pada hari pertama di rumah baru, ada sesuatu yang menarik perhatianku. Saat sedang membersihkan halaman rumah, aku menemukan sebuah wadah seperti nampan yang berisi sebatang rokok, segelas kopi, dan bunga-bunga yang ditabur di sekitarnya.
Awalnya, aku menganggap itu mungkin merupakan sesajen yang ditinggalkan oleh penduduk sebelumnya yang belum sempat dibersihkan.
Namun, aku melihat bahwa nampan itu masih terlihat baru dan bersih, tidak seperti hal-hal lain yang tampak tidak terurus di rumah tersebut.
Aku memutuskan untuk membersihkan dan membuangnya. Saat malam tiba, suasana di rumah terasa agak asing bagiku, dan aku merasa sulit untuk tidur.
Aku mendengar suara dan bau cat yang belum kering dan mencoba mencari posisi tidur yang nyaman, tetapi aku kesulitan tidur. Suara dan bau cat tersebut membuat tidurku tidak nyenyak.
Kemudian, aku mendengar suara tangisan seorang perempuan yang cukup jelas terdengar dari halaman rumah.
Kamar tempatku tidur bersebelahan dengan halaman rumah, dan karena daerah tersebut cukup sepi, suara dari tetangga bisa terdengar dengan jelas di malam hari.
Keesokan harinya, aku bertanya pada orang tuaku apakah mereka juga mendengar suara tangisan perempuan semalam.
Namun, mereka mengatakan bahwa mereka tidak mendengar apa-apa, mungkin karena mereka sudah terlelap tidur.
Aku merasa bingung karena suara tersebut begitu jelas bagiku, dan aku mencoba mengabaikan pikiran aneh itu.
Beberapa hari kemudian, kejadian aneh mulai terjadi lagi. Kali ini, bukan suara tangisan perempuan, tetapi sesuatu yang lebih menakutkan.
Pada tengah malam, aku melihat bayangan seseorang berdiri di dalam rumah sebelah yang kosong.
Aku tidak bisa melihat dengan jelas karena gelap, tetapi siluet kepala dan bahu orang tersebut terlihat jelas. Tubuhnya bergerak perlahan-lahan ke kiri dan kanan, dan aku merasa sangat merinding.
Aku segera menutup jendela dan berharap bahwa itu hanyalah ilusi atau mungkin hanya pikiranku yang bermain.
Namun, aku merasa sesuatu yang berat ada di atas punggungku, dan aku merasa kesulitan bernapas.
Aku membuka mata dengan perlahan dan melihat sosok perempuan dengan rambut berantakan duduk di atas punggungku. Aku merasa terpaku dan tidak bisa bergerak, sementara sosok tersebut terus menangis.
Aku berusaha membaca doa dan berdoa agar kejadian tersebut berlalu. Aroma busuk mulai tercium di udara, dan akhirnya, aku bisa membuka mataku kembali.
Namun, sosok itu telah menghilang. Aku mendengar ketukan keras di jendelaku, yang semakin lama semakin keras. Aku segera menyalakan lampu dan memanggil orang tuaku. Saat mereka datang, sosok itu sudah tidak terlihat lagi.
Orang tuaku kemudian menghubungi pemilik rumah yang lama, dan mereka menjelaskan bahwa salah satu syarat penghuni rumah adalah untuk menyediakan sesajen di halaman rumah. Sesajen tersebut diyakini dapat menghalau makhluk halus agar tidak masuk ke dalam rumah. Rumah tetangga yang kosong selama puluhan tahun dianggap sebagai tempat yang angker, dan konon katanya dihuni oleh kuntilanak.
Setelah kejadian itu, suasana di rumahku menjadi lebih tenang. Kami terus menjaga sesajen di halaman rumah dan menghormati tradisi yang diyakini oleh penduduk sebelumnya.
Kejadian-kejadian aneh itu membuatku semakin yakin akan adanya hal-hal gaib di sekitar kita, dan aku belajar untuk menghormati dan berdamai dengan dunia yang mungkin tidak sepenuhnya kita pahami. (*)
Disclaimer: Konten ini adalah hiburan semata dan tidak harus dianggap sebagai fakta atau kisah nyata. Silakan lanjutkan dengan cerita atau informasi yang ingin Anda bagikan dari sumber media sosial dan "kesaksian" orang-orang. Ingatlah bahwa semua cerita dalam konteks ini dianggap fiktif dan hanya untuk tujuan hiburan.