SUARA BANDUNG BARAT - Viral di media sosial video yang memperlihatkan tindakan brutal aparat kepolisisan di Dago Elos pada Senin malam lalu.
Selain itu, aparat kepolisian yang datang disebutkan juga menembakkan gas air mata meski di rumah tersebut ada anak kecil.
Terlihat dari video tersebut, sejumlah aparat kepolisian berseragam lengkap membawa tameng dan tongkat mendobrak rumah warga sambil teriak-teriak.
Dalam keterangan yang dikutip dari akun Twitter @fajaregal, pengunggah mempertanyakan hal tersebut.
"Emang boleh sampe masuk ke rumah warga?? itu gak liat banyak anak kecil, gak sopan teriak-teriak, ngedobrak pintu seenaknya" jelas narasi dalam video itu yang dikutip pada Selasa (15/8/2023).
Kegaduhan terjadi pada peristiwa tersebut meskipun pemilik rumah memberitahu pihak kepolisian bahwa di rumahnya ada anak kecil.
"Pak ada anak kecil pak," kata pemilik rumah kepada polisi.
Melihat apa yang dilakukan pihak kepolisian tersebut, LBH Bandung menyebut bahwa aparat juga menebakkan gas air mata saat negosiasi dilakukan.
"Saat negoisasi tetap berjalan, malah menembakan gas air mata," jelas akun LBH Bandung.
Bahkan LBH Bandung juga menyebut jika perbuatan ini merupakan tindakan brutal yang akan membuat warga merasa tertekan.
"Sungguh ini merupakan tindakan brutal dan terror yang berimbas warga tertekan," tambahnya.
Sebelumnya warga Dago Elos dan pihak kepolisian memang diketahui sempat berseteru ketika pemblokiran jalan di Dago.
Warga Dago Elos melakukan aksi blokir jalan di Dago lantaran laporan mereka saat mendatangi Polrestabes Bandung ditolak.
Aksi pemblokiran jalan pun berakhir ricuh hingga personel berseragam lengkap langsung diturunkan.(*)