SUARA BANDUNG BARAT - Kabar mengejutkan datang dari salah satu klub Liga 1, PSM Makassar yang disebutkan memiliki hutang.
Tak tanggung-tanggung, PSM Makassar memiliki hutang cukup besar yang disebut-sebut mencapai Rp5 miliar lebih.
Informasi terkait hutang yang dimiliki oleh PSM Makassar tersebut disampaikan langsung pihak bersangkutan melalui akun Instagram pribadinya, @erisoya_jrm.
Melalui unggahan terbaru sang pemilik akun, ia menuturkan kronologis terkait masalah utang piutang dengan klub juara bertahan Liga 1 itu.
Erisoya mengungkapkan bahwa ia merasa kecewa dengan apa yang dilakukan pihak manajemen tim Juku Eja tersebut.
"Surat terbuka. Sejak ditanda tangani perjanjian hutang piutang PSM Makassar, hingga saat ini saya sangat kecewa dengan sistem pembayaran dari pihak management PSM Makassar," ujarnya.
Kekecewaan dari Erisoya beralasan, pasalnya pihak manajemen sampai saat ini masih belum membayarkan hutang yang dimilikinya.
Hutang yang dimiliki Juku Eja digunakan untuk kepentingan operasional tim sejak tahun 2016 akhir hingga tahun 2019.
"Karena sampai saat ini pembayaran hutang PSM yang digunakan untuk kepentingan operasional team tahun akhir 2016-2019 (tiket, hotel team away, dllnya bahkan gaji pemain) belum terselesaikan," katanya.
Baca Juga: Lolos ke Semi Final Piala AFF U-23 Thailand, Timnas Indonesia Bakal Hadapi Tim Tuan Rumah
Bahkan, sang pemilik akun tersebut menuturkan bahwa ia sudah memberikan keringanan terhadap pihak manajemen klub.
Di mana, ia mengikuti pengajuan dari PSM untuk pembayaran hutang secara dicicil dan tanpa bunga yang tertuang dalam perjanjian tertulis.
Walaupun demikian, pembayaran yang dilakukan PSM pun masih belum sesuai meski sudah dilakukan beberapa kali pertemuan.
"Segala upaya penagihan sudah saya lakukan, mulai dari pembicaraan secara kekeluargaan, menyurat secara resmi ke pihak manajemen untuk memohon agar dana saya dikembalikan sesuai kesepakatan," ujarnya.
Lebih lanjut, selama beberapa tahun ia tak mengungkapkan permasalahan hutang tersebut untuk menjaga nama baik PSM.
Hanya saja, Erisoya merasa putus asa karena tidak ada itikad baik dari pihak manajemen klub untuk menyelesaikan persoalan hutang tersebut.(*)