SUARA BANDUNG BARAT - Umumnya, area kewanitaan akan mengeluarkan cairan, yang paling sering berwarna putih atau bening.
Namun, dalam kondisi tertentu area kewanitaan juga bisa mengeluarkan cairan atau keputihan dalam warna yang berbeda misalnya merah, coklat, dan merah muda.
Ada juga warna keputihan pada area kewanitaan yang bisa jadi pertanda kesehatan kurang baik, seperti warna abu-abu dan hijau.
Di samping, ada juga waktu di mana area kewanitaan tak lagi mengeluarkan keputihan atau cairan dan menjadi kering.
Sebagaimana dilansir bandungbarat.suara.com dari laman website naturalcycles.com, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya.
Biasanya kekeringan pada organ intim tersebut paling sering terjadi pada fase kehidupan tertentu, misalnya ketika menopause.
Selain disebabkan menopause, ternyata kekeringan pada organ intim juga bisa disebabkan kita sedang menyusui atau baru hamil.
Bahkan, kontrasepsi hormonal dan obat-obatan tertentu, bisa menjadi penyebab keputihan berkurang atau tak lagi keluar.
Tentunya, kekeringan yang terjadi pada area kewanitaan tersebut akan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman.
Lebih parahnya, kondisi tersebut bisa menimbulkan rasa sakit atau nyeri ketika melakukan hubungan intim dengan pasangan.
Solusinya, mungkin kalian akan menggunakan pelumas dengan bahan dasar air sebelum melakukan hubungan.
Perlu diingat pula, hindarilah sabun berpewangi untuk membersihkan area kewanitaan karena bisa berbahaya terutama bisa menganggu pH.(*)