SUARA BANDUNG BARAT - Tanaman lidah mertua atau snake plant dapat mengontrol kelembaban tubuhnya karena termasuk golongan sukulen.
Sebab itu, tanaman hias yang bernama ilmiah Sansevieria ini tidak perlu disiram air setiap hari.
Sayangnya, tak sedikit orang justru abai sehingga membuat lidah mertua itu bisa terserang penyakit.
Satu di antara penyakit yang kerap menyerang lidah mertua yakni busuk akar. Bila tidak ditangani, penyakit ini bisa mengakibatkan kematian pada tumbuhan.
Sebagaimana dilansir dari laman House Digest, sejumlah gejala penyakit yang dialami lidah mertua, seperti daun bertepi coklat dan berujung, daun layu atau terkulai, serta tampilan daun kusam.
Hal ini disebabkan akar tanaman tersedak akibat pembusukan dan tidak dapat menyerap nutrisi atau oksigen.
Saat tanaman lidah mertua di rumah terpantau sedang diserang penyakit busuk akar, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencabutnya dari pot.
Setelah bersihkan tanah yang masih menempel pada bagian akar. Kemudian, cuci akar di bawah aliran air keran untuk menghilangkan tanah yang terinfeksi.
Pastikan volume air yang mengalir dari keran tidak terlalu kuat agar tidak merusak bagian akar yang sensitif.
Baca Juga: Benarkah Tanaman Hias Bunga Sepatu Bisa Menyembuhkan Penyakit Kronis?
Kemudian, ambil gunting dan potong semua akar yang busuk. Pastikan tidak ada akar busuk yang tertinggal karena sekecil apapun bagian itu dapat memengaruhi akar lain yang sehat.
Bila ingin kembali menggunakan pot lama, bersihkanlah dengan cara merendamnya dalam larutan air hangat yang dicampur dengan sabun air.
Setelah itu, pindahkan tanaman ke dalam pot yang berisi tanah baru. Berhati-hatilah untuk tidak menambahkan terlalu banyak pupuk karena kondisi akar masih sangat sensitif.
Awasi dengan seksama pertumbuhan tanaman lidah mertua tersebut, dan berhati-hatilah agar tidak menyiramnya secara berlebihan.
Cegah pembusukan akar di kemudian hari dengan menyiramnya minimal 1 kali seminggu. Pastikan, juga pot tanaman memiliki lubang drainase yang memadai. (*)