Saat seorang panitia, seorang Belanda, tergores oleh semak belukar tersebut dan ditanya mengapa darah mengalir, dia menjawab dengan menyebutkan bahwa tangannya "kakarut."
Namun, Belanda tersebut tidak pasih berbahasa Indonesia dan salah mengucapkan kata "kakarut" sehingga menjadi "gagarut."
Sejak saat itu, tanaman berduri di daerah itu disebut "Ki Garut," dan telaga tersebut dinamai "Cigarut." Inilah asal mula nama "Garut."
4. Pembentukan Ibukota Kabupaten Garut
Pada tanggal 15 September tahun 1813, Garut secara resmi menjadi ibukota Kabupaten Limbangan.
Pada tahun 1821, Kabupaten Limbangan pindah dari Suci ke Garut, menandai awal peran penting Garut sebagai pusat pemerintahan.
5. Perkembangan Kota Garut
Perkembangan fisik Kota Garut dapat dibagi menjadi tiga periode. Yaitu;
- Periode pertama (1813-1920) adalah masa awal pembentukan kota dengan pembangunan pemerintahan kolonial Belanda, perkebunan, dan penggalian sumber mineral.
- Periode kedua (1920-1940) melihat perkembangan konsentris, dengan pembangunan fasilitas seperti stasiun kereta api, kantor pos, apotek, sekolah, hotel, pertokoan, dan pasar.
- Periode ketiga (1940-1960-an) menandai pertumbuhan zona perdagangan, pendidikan, permukiman, dan penduduk.
Wilayah perkotaan Garut meliputi desa-desa seperti desa Kota Kulon, desa Kota Wetan, dan desa Margawati.
6. Perubahan Nama Menjadi Kabupaten Garut
Pada tahun 1913, nama Kabupaten Limbangan diganti menjadi Kabupaten Garut, dan ibukotanya tetap di Garut Kota.
Perubahan ini mencerminkan perjalanan sejarah yang panjang dan peran penting Garut dalam wilayah Jawa Barat.