David yang menjadi korban penganiayaan Mario Dandy Satrio sebelumnya berkomunikasi lewat Chat WA dengan Agnes. Hal itu terungkap dalam postingan terbaru akun @AltoLuger di Twitter pada Rabu (1/3/2023).
Tangkapan layar chat Agnes kepada David pada 20 Februari 2023, hari di mana Mario Dandy menganiaya putra petinggi GP Ansor tersebut.
Sekira pukul 19.04 WIB, Agnes meminta David untuk segera menemuinya. Jika tidak, dia mengancam akan mengadu ke Brimob.
"Gue telepon Brimob gue kalau lu batu. Wareng aja yang turun," tulis Agnes.
"Mager ngapain," jawab David menolak bertemu.
"Telepon coba," sahut Agnes.
"Foto dah. Mobil apaan," tutur David.
"Turun sekarang," pinta Agnes.
"Jawab dong," ujar David mengacu terhadap mobil yang dipakai Agnes.
"Camry. Lo kenapa nggak mau turun banget sih," imbuh Agnes.
Selanjutnya, David pun pergi dan menemui Agnes sesuai isi chat mereka.
Seperti diketahui, Mario Dandy yang merupakan kekasih Agnes menganiaya David membabi buta setelah perempuan itu meminta sang mantan pacar menemuninya. Imbas kejadian ini, Mario Dandy sudah ditetapkan sebagai tersangka sedangkan David koma.
Agnes sendiri yang diduga terlibat atas kasus penganiayaan ini masih menjadi saksi.
Kondisi David
Tim Dokter RS Mayapada Kuningan Jakarta mengungkapkan David mengalami trauma di kepala usai menjadi korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo.
Hal ini dikatakan Dokter Konsultan Perawatan Intensif, Franz J.V Pangalila saat konferensi pers di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan.
"Saya tegaskan, kalau kerusakan kita tidak bisa detail dulu karena ini masih dalam perkembangan, tapi jelas ada trauma di kepala," ujar Dokter Franz yang dikutip Mamagini dari YouTube TVOneNews.
Kendati demikian, Dokter Franz mengaku belum bisa membeberkan lebih rinci perihal trauma di kepala David. Pasalnya kata Dokter Franz saat ini anak petinggi GP Ansor Jonathan Latumahina itu masih dirawat di ICU. Adapun perkembangannya mulai membaik.
"Tapi apa yang menjadi masalah di dalamnya kita belum bisa (beberkan), karena ini masih bisa berkembang. Yang penting keadaan sekarang cukup stabil," ucap Dokter Franz.
Selain itu, Dokter Franz menuturkan kondisi David semakin membaik. Kondisi David kata Dokter Franz juga masih terus dilakukan observasi.
"Kondisi anak David mengalami perkembangan yang cukup signifikan tetap memang masih dirawat di ruang intensive care unit dan semua kemungkinan masih bisa terjadi sehingga masih perlu melakukan observasi yang ketat sama anak David," ucap Dokter Franz.
Lebih lanjut Dokter Franz mengatakan saat ini David tak lagi menggunakan alat bantu pernapasan.
"Sudah mulai (Sadar) karena beliau belum bisa mengontrol betul tapi at least dia sudah bisa bernafas dengan spontan, tidak menggunakan alat bantu nafas lagi," kata Dokter Franz.
Ia menjelaskan pihaknya menggunakan metode Glasgow Coma Scale atau GCS untuk mengukur tingkat kesadaran David. Normalnya nilai GCS normal yakni 15.
Sementara kata Dokter Franz, untuk David angkanya 8 menuju ke 9. Sehingga menurutnya hal tersebut merupakan perkembangan yang sangat signifikan.
"Memang kesadarannya ada perbaikan, pada saat masuk Glasgow coma scale (skala pengukur tingkat kesadaran manusia) itu waktu masuk sekitar empat dan sekarang sudah mencapai angka delapan atau sembilan. Artinya perkembangannya yang sangat signifikan dan ini terjadi dalam waktu 4-5 hari ini," ungkap dia.
Tim Dokter kata Dokter Franz mengaku tak bisa memprediksi kapan kesehatan David akan pulih. Namun tim dokter RS Mayapada akan berupaya maksimal untuk menangani kesehatan David.
"Kita tidak bisa mengira-ngira sampai kapan kondisi sakitnya tetapi tim dokter akan berkerja semaksimal mungkin untuk kesembuhan anak David," katanya.