Dalil di atas sebenarnya justru berlaku sebaliknya dari apa yang disalah-pahami, bahwa seharusnya setiap muslim mengikuti ijtihad mayoritas muslimin dan pemerintahnya.
Bukan sebaliknya, yang mayoritas harus ikut kepada yang minoritas.
Tetapi sekali lagi, urusan lebaran jatuh pada hari apa, adalah masalah ijtihadiyah dan khilafiyah. Mereka yang ijtihadnya benar, akan dapat dua pahala dan yang salah tidak akan berdosa.
Bahkan tetap akan dapat pahala meski cuma satu pahalanya saja. Yah, lumayan dari pada tidak sama sekali.
Sedangkan mereka yang bertaqlid karena memang bukan ahli ijtihad, tapi berakhlaq kurang terpuji, misalnya memaki-maki sambil mencela dan berkata kasar kepada saudaranya yang mungkin kebetulan tidak sama pilihan taqlidnya, itulah yang berdosa.
Semoga Allah SWT menjaga hati dan lisan kita dari bahaya saling melecehkan sesama hamba-Nya, Amien.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ahmad Sarwat, Lc