bestie

Sejarah Rumah Adat Bali, Ada Aturan Khusus Mirip Fengshui

Suara Bestie Suara.Com
Rabu, 02 Agustus 2023 | 16:46 WIB
Sejarah Rumah Adat Bali, Ada Aturan Khusus Mirip Fengshui
Rumah adat Bali ([Tangkapan Layar])

Budaya Bali memang terkenal unik. Tak hanya itu, Rumah adatnya juga sukses mencuri perhatian para wisatawan. 

Hingga kini rumah adat Bali masih terjaga keasliannya serta keberadaannya sangat mudah di temukan di seantero Bali.

Sejarah rumah adat Bali

Dikutip dari jurnal ilmiah Rumah Tradisional Bali (2016) oleh Ir. I Nyoman Sudiarta dan diterbitkan Universitas Udayana, dijelaskan bahwa rumah adat Bali berasal dari masa Bali Aga.

Dalam jurnal yang sama juga dijelaskan bahwa arsitektur rumah adat Bali mengedepankan dan menggunakan konsep bangunan sebagai pertahanan perang.

Adapun tokoh yang memegang peranan penting dalam pengembangan rumah adat Bali adalah Empu Kuturan. Seorang budayawan, ahli teori arsitektur, sekaligus penasihat Anak Wungsu yang memerintah Bali sekitar abad ke 11.

Asta Kosala Kosali

Rumah adat Bali dibangun sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali yaitu bagian dari kitab agama Hindu yaitu Weda yang khusus mengatur mengenai tata letak ruang dan bangunan.

Aturan ini mirip dengan aturan Feng Shui yang digunakan oleh etnis Tionghoa yang mana arah dan sudut merupakan aspek yang sangat penting dalam pembangunan suatu rumah.

Baca Juga: Mantan Sekjen Golkar Idrus Marham Ingin Lengserkan Airlangga, Ditolak Pengurus Daerah

Dengan demikian arah dibangunnya rumah adat Bali begitu diperhitungkan. Untuk bangunan yang dianggap keramat atau suci seperti Pura harus dibangun menghadap ke gunung dan disebut dengan istilah Kaja. Sementara untuk bangunan biasa di bangun menghadap ke laut dan disebut dengan istilah Kelod.

Tri Hita Karana

Rumah adat Bali juga menerapkan aspek keharmonisan berkehidupan atau yang disebut dengan Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana merupakan salah satu filosofi agama Hindu yang mana mengandung makna hubungan harmonis antara pawongan, palemahan, dan parahyangan yang dibutuhkan guna mewujudkan kedinamisan dalam hidup.

Pawongan sendiri memiliki makna para penghuni rumah, sedangkan palemahan memiliki makna harus adanya hubungan yang baik dan harmonis antara penghuni rumah dengan alam atau lingkungan serta parahyangan yang bermakna hubungan yang seimbang antara manusia dan Tuhan yang Maha Esa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI