Apa Itu Mandau? Senjata Tradisional Khas Suku Dayak yang Menjadi Simbol Jati Diri

Suara Bestie

Senin, 14 Agustus 2023 | 14:45 WIB
Apa Itu Mandau? Senjata Tradisional Khas Suku Dayak yang Menjadi Simbol Jati Diri
Mandau Terbang, Senjata dari Suku Dayak Kalimantan (dok. istimewa)

Kalimantan Timur terkenal dengan banyaknya keanekaragaman suku bangsa, salah satu sukunya adalah Suku Dayak.

Suku Dayak memiliki banyak senjata tradisional  yang terkenal dan bersejarah, seperti contohnya adalah mandau.

Masyarakat Dayak di daerah Barito, Kalimantan Timur secara khusus menyebut mandau sebagai ambang birang bitang pono ayun kajau.

Dalam kehidupan sehari-hari, pemilik mandau tidak pernah melepas dan selalu membawanya kemanapun ia pergi.

Hal itu lantaran mandau ini selain digunakan untuk berperang tetapi juga berfungsi sebagai simbol kehormatan dan jati diri seseorang.

Asal Usul Mandau

Menurut cerita zaman dahulu, Mandau berasal dari asal kata "MAn-Da-U" yang merupakan nama seseorang.

Mandau yang datang ke Pulau Kalimantan berasal dari suku kuno china "Namman" atau Barbar Selatan.

Mandau kemudian menjadi seseorang yang pertama membuat bentuk senjata pedang yang menyerupai bentuk bilah pedang atau parang mandau. 

baca juga

Mandau sendiri datang ke Kalimantan bersama para tawanan perang Bangsa Barbar Selatan, ada laki-laki dan perempuan kemudian mereka dipekerjakan menjadi budak dan mengabdi kepada Mandau. 

Mandau sebenarnya datang ke Kalimantan untuk mencari hasil alam lalu berkeliling ke sungai-sungai dan membentuk kelompok-kelompok dari tempat satu dan tempat lainnya. 

Tubuh-tubuh mereka ditandai dengan ukiran-ukiran tato agar mereka mengenal setiap kelompok klan yang mereka temui. 

Sejarah Mandau

Di zaman dahulu, mandau dianggap memiliki unsur magis, harus dirawat dan disimpan dengan baik, karena memiliki kekuatan spiritual yang mampu melindungi pemiliknya.

Dalam sejarahnya, saat ada peperangan, Suku Dayak umumnya akan menggunakan mandau yang dianggap menjadi benda keramat untuk menjadi senjata mereka.

Mandau digunakan untuk ritual tertentu, seperti pengayauan (pemburuan kepala) dan pelengkap upacara seperti tarian adat.

Tetapi masyarakat Suku Dayak juga menggunakan Mandau untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti memotong tumbuh-tumbuhan, daging, dan benda-benda lain.

Saat zaman penjajahan, Suku Dayak dan mandaunya juga terkenal sebagai ahli perang. Sebab, mereka berani melawan para penjajah yang masuk ke Pulau Kalimantan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Tari Hudoq, Perwujudan Semangat Khas Suku Dayak Kaltim

Mengenal Tari Hudoq, Perwujudan Semangat Khas Suku Dayak Kaltim

Bestie | Kamis, 10 Agustus 2023 | 21:22 WIB

Mengenal Rumah Lamin Khas Suku Dayak Kaltim, Biasa Dihuni 25 Kepala Keluarga

Mengenal Rumah Lamin Khas Suku Dayak Kaltim, Biasa Dihuni 25 Kepala Keluarga

Bestie | Senin, 07 Agustus 2023 | 20:35 WIB

Sering Digunakan Masyarakat Dayak, Simak Daftar Senjata Tradisional Khas Kalimantan Timur

Sering Digunakan Masyarakat Dayak, Simak Daftar Senjata Tradisional Khas Kalimantan Timur

Bestie | Sabtu, 05 Agustus 2023 | 11:17 WIB

Terkini

Lelaki yang Menawarkan Euforia Lewat Kereta Luncur di Tengah Belantara

Lelaki yang Menawarkan Euforia Lewat Kereta Luncur di Tengah Belantara

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:25 WIB

Strategi Jateng Tumbuhkan Ekonomi Desa Melalui Ekosistem MBG

Strategi Jateng Tumbuhkan Ekonomi Desa Melalui Ekosistem MBG

Jawa Tengah | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:24 WIB

Misteri Pria Ber-sweater Hitam: Jasad Tanpa Identitas Mengambang di Arus Dam Rolak 9 Mojokerto

Misteri Pria Ber-sweater Hitam: Jasad Tanpa Identitas Mengambang di Arus Dam Rolak 9 Mojokerto

Jatim | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:20 WIB

Ibadah Dibubarkan Paksa di Bandung, Sajajar Desak KDM Bertindak Tegas!

Ibadah Dibubarkan Paksa di Bandung, Sajajar Desak KDM Bertindak Tegas!

Jabar | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:16 WIB

Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu

Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:10 WIB

Nijiro Murakami Terseret Dugaan Penganiayaan, Kasus Dilimpahkan ke Jaksa

Nijiro Murakami Terseret Dugaan Penganiayaan, Kasus Dilimpahkan ke Jaksa

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:10 WIB

Review Luxcrime Foundation Stick: Coverage Tinggi, Ringan, dan Sawo Matang Approved

Review Luxcrime Foundation Stick: Coverage Tinggi, Ringan, dan Sawo Matang Approved

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:05 WIB

Marak Penyusup di Event Lari! 300 Personel Dikerahkan Amankan Rute Lari Pancasakti Run 2026

Marak Penyusup di Event Lari! 300 Personel Dikerahkan Amankan Rute Lari Pancasakti Run 2026

Sport | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:03 WIB

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:02 WIB

Menkeu Purbaya Happy Anggaran MBG Mau Dipangkas: Apalagi Dipotong Lebih Banyak

Menkeu Purbaya Happy Anggaran MBG Mau Dipangkas: Apalagi Dipotong Lebih Banyak

Video | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:00 WIB

×