Kerajinan tangan khas Suku Dayak, manik-manik, rupanya memiliki banyak fungsi yang berbeda-beda menurut kepercayaan setempat.
Tetapi yang pasti, bagi masyarakat Dayak, penggunaan bahan pakaian dalam berbusana dibedakan antara pakaian sehari-hari dengan pakaian untuk upacara atau kesenian.
Dikutip dari buku Pesona Manik-manik Kalimantan, pakaian sehari-hari masyarakat Dayak menggunakan bahan yang sederhana saja dan biasanya tanpa assesoris lengkap.
Hanya saat-saat tertentu seperti saat pesta panen, tahun baru dan menyambut tamu agung, mereka memakai pakaian terindah yang dimiliki lengkap dengan perhiasan yang disesuaikan dengan tingkat kemakmuran pemakainya.
Kemudian sejak suku Dayak telah mengenal hubungan dengan masyarakat di luar sukunya, manik-manik menjadi benda kecil yang sangat berharga dalam tukar menukar.
Manik-manik digunakan pula dalam berbagai aktivitas di hidupnya seperti sebagai perhiasan tubuh maupun untuk memperindah pakaian.
Manik-manik juga digunakan sebagai dan pelengkap benda-benda istimewa seperti penghias topi, tongkat, tas dan lain sebagainya.
Secara umum fungsi dan penggunaan manik-manik di Kalimantan adalah sebagai berikut:
- Manik-manik sebagai perhiasan tubuh dan perhiasan rumah tangga.
Baca Juga: CEK FAKTA: Jutaan Buruh Lengserkan Jokowi dari Istana
- Manik-manik sebagai perhiasan pengantin.
- Manik-manik sebagai tanda ikatan dan mas kawin.
- Manik-manik sebagai alat tukar, melunasi denda adat dan oleh kaum bangsawan digunakan alat
untuk membeli budak.
- Manik-manik sebagai lambang status sosial
- Manik-manik digunakan pada acara kesenian (baju yang dikenakan penari), pakaian dalam upacara
adat, dan penyambutan tamu agung.
- Manik-manik digunakan sebagai jimat/untuk menolak bala.