Dulunya Serumpun, Ini Perbedaan Suku Dayak dan Kutai di Kaltim

Suara Bestie

Sabtu, 19 Agustus 2023 | 06:00 WIB
Dulunya Serumpun, Ini Perbedaan Suku Dayak dan Kutai di Kaltim
Suku Kutai di Kalimantan Timur memakai baju adat (Laman kutaikartanegara.com)

Suku Kutai dan Dayak adalah salah satu suku asli yang berdiam di Pulau Kalimantan. Menurut sejarah, kedua suku ini dulunya adalah serumpun.

Dikutup dari Jurnal Stekom, awalnya Kutai bukanlah sebuah suku tetapi nama tempat dan nama Kerajaan yang berada di Kalimantan.

Kemudian, Kutai menjadi nama suku akibat dari politik kepentingan penguasa saat itu yang berambisi menyatukan dua kerajaan.

Raja saat itu adalah Maharaja Aji Batara Agung Dewa Sakti Kertanegara dari Jahitan Layar yang berasal dari Kutai lama, ingin menyatu dengan Kerajaan Kutai Martadipura yang berasal dari Muara Kaman.

Kemudian selama kekuasaan Kertanegara, sebagian masyarakat asli Borneo yang biasa disebut dengan Masyarakat Dayak akhirnya bertransformasi menjadi Masyarakat Kutai.

Mereka yang berada di wilayah Kekuasaan Kerajaan Kertanegara diharuskan mematuhi peraturan penguasa setempat. 

Sementara yang menolak dan memiliki kesempatan melarikan diri akhirnya masuk ke pedalaman dan tetap menjadi Masyarakat Dayak. 

Versi lain menyebutkan bahwa istilah dayak juga bukan merupakan nama suku karena istilah dayak merupakan nama pemberian para kolonial Belanda untuk menghina masyarakat.

Sementara tradisi lisan di setiap keluarga masyarakat Kutai mengatakan bahwa leluhur mereka berasal dari negeri Cina, mirip dengan tradisi lisan masyarakat Dayak Kenyah. 

baca juga

Sehingga ada anggapan bahwa Kutai ini adalah persatuan dari banyak subsuku masyarakat Dayak dalam rangka mencari identitas baru.

Perbedaannya adalah Suku Kutai yang merupakan rumpun suku Dayak Ot Danum ini mendiami wilayah Kalimantan Timur yang mayoritas saat ini beragama Islam dan hidup di tepi sungai.

Sedangkan suku Dayak menempati pulau Kalimantan saat melakukan ekspansi di Pulau Borneo dan merupakan suku pedalaman yang tinggal di dekat aliran sungai di dalam hutan. 

Untuk itu, banyak suku Dayak yang dikenal dengan kebudayaan maritim atau bahari.

Hal itu lantaran mereka memiliki pekerjaan untuk nelayan di huluan sungai dalam mencari bahan baku makanan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Kustin, Pakaian Adat Khas Suku Kutai di Kaltim

Mengenal Kustin, Pakaian Adat Khas Suku Kutai di Kaltim

Bestie | Kamis, 17 Agustus 2023 | 15:17 WIB

Hanya Ada 2 di Dunia, Simak Keunikan Wisata Alam Danau Kakaban di Kaltim

Hanya Ada 2 di Dunia, Simak Keunikan Wisata Alam Danau Kakaban di Kaltim

Bestie | Kamis, 17 Agustus 2023 | 16:31 WIB

Mengenal Lebih Dekat Budaya Dayak di Desa Adat Pampang Samarinda

Mengenal Lebih Dekat Budaya Dayak di Desa Adat Pampang Samarinda

Bestie | Kamis, 17 Agustus 2023 | 16:11 WIB

Terkini

Api Melalap 10 Hektare Lahan di Dekat Tol Palindra, Manggala Agni Turun hingga Dini Hari

Api Melalap 10 Hektare Lahan di Dekat Tol Palindra, Manggala Agni Turun hingga Dini Hari

Sumsel | Kamis, 02 Juli 2026 | 23:30 WIB

PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau

PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau

Sumsel | Kamis, 02 Juli 2026 | 23:21 WIB

Mata Dunia Tertuju ke Iran, Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri Perwakilan 30 Negara

Mata Dunia Tertuju ke Iran, Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri Perwakilan 30 Negara

Video | Kamis, 02 Juli 2026 | 23:05 WIB

Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy

Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy

Entertainment | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:46 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kritik Pedas Toni Kroos: Skuad Jerman Kosong Kualitas, Tak Punya Pembeda di Piala Dunia

Kritik Pedas Toni Kroos: Skuad Jerman Kosong Kualitas, Tak Punya Pembeda di Piala Dunia

Bola | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang Bongkar Dugaan Potongan 51 Persen Dana Proyek

Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang Bongkar Dugaan Potongan 51 Persen Dana Proyek

Sumsel | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:27 WIB

Baru Keluar dari Warkop, Anggota DPRD Sekadau Tewas usai Bertabrakan dengan Truk Tangki

Baru Keluar dari Warkop, Anggota DPRD Sekadau Tewas usai Bertabrakan dengan Truk Tangki

Kalbar | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:11 WIB

Dugaan Aniaya Warga Rupat: Copot Ipda ES Belum Cukup, Anggota Lain Harus Ditahan

Dugaan Aniaya Warga Rupat: Copot Ipda ES Belum Cukup, Anggota Lain Harus Ditahan

Riau | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:10 WIB

×