Upacara Adat Mekare-kare Atau Perang Pandan Sebagai Penghormatan Kepada Leluhur

Suara Bestie

Kamis, 31 Agustus 2023 | 13:37 WIB
Upacara Adat Mekare-kare Atau Perang Pandan Sebagai Penghormatan Kepada Leluhur
Tradisi Mekare Kare ([Tangkapan Layar])

Salah satu desa di Bali yang masih mempertahankan tradisi uniknya yaitu Karangasem. Disini terdapat tradisi unik ‘Mekare-kare’ alias perang pandan.

Tradisi ini dirayakan di Desa Tenganan Dauh Tukad. Lokasinya 78 km dari Kota Denpasar, bisa ditempuh sekitar 90 menit dengan kendaraan bermotor ke arah timur laut dari Ibu Kota Bali.

Tradisi Mekare-Kare atau yang biasa dikenal sebagai Perang Pandan merupakan upacara persembahan yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewa Indra atau dewa perang serta para leluhur.

Bagi penduduk pria di kawasan Tenganan, Karangasem, Bali, upacara Mekare-Kare adalah ajang untuk menunjukkan kehebatannya. Dengan melakukan upacara ini para pemuda akan dianggap kuat dan mampu terjun ke medan perang.

Tradisi ini dilakukan dengan menggunakan properti daun pandan berduri sebagai senjata atau tameng yang terbuat dari rotan.

Tradisi Mekare-Kare ini awalnya dilakukan sebagai persembahan kepada Dewa Indra, Dewa yang bertempur melawan Maya Denawa seorang raja keturunan raksasa yang sakti dan sewenang-wenang melarang rakyatnya menyembah Dewa.

Perlakuannya yang semena-mena membuat masyarakat memohon kepada Dewa Indra untuk melawan Maya Dewana dan membebaskan mereka dari sifat diktatornya.

Kemudian untuk menghormati berkat dari Dewa Indra tersebut, masyarakat Bali melakukan Perang Pandan atau tradisi Mekare-Kare untuk mengenang perjuangan Dewa Indra saat melawan Maya Dewana.

Pandan Berduri

baca juga

Tradisi ini menggunakan pandan berduri yang diikat menjadi satu menjadi bentuk sebuah gada dan rotan yang dibentuk menjadi perisai. Tradisi ini dilakukan oleh dua orang laki-laki yang mulai naik ke masa remaja hingga dewasa serta bersifat wajib di desa tersebut.

Kedua lelaki tersebut nantinya akan berperang ditengah sebuah lapangan yang ditonton oleh para pengunjung atau masyarakat desa.

Diawali dengan acara mengelilingi desa sebagai bentuk memohon keselamatan dan dilanjut dengan ritual minum tuak yang dituang ke daun pisang sebagai gelasnya. Lalu peserta tradisi Mekare-Kare akan saling menuangkan tuak ke daun pisang peserta lain sampai dikumpulkan menjadi satu dan dibuang di area lapangan.

Lalu saat Mekare-Kare akan dimulai, seorang pemimpin adat di Desa Tenganan akan memberikan aba-aba kepada dua peserta yang bersiap-siap.

Peserta akan saling berhadapan dengan seikat daun pandan di tangan kanan dan perisai di tangan kiri. Seperti layaknya pertandingan, tradisi ini juga menggunakan wasit sebagai penengah yang berdiri di antara dua pria yang berperang.

Kemudian saat dimulai kedua peserta akan mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan mulai saling menyerang. Peserta akan memukul punggung lawan dengan daun pandan sambil menggoresnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sunset HinggaTari Kecak, Hal Menarik yang Bisa Dilakukan di Uluwatu Bali

Sunset HinggaTari Kecak, Hal Menarik yang Bisa Dilakukan di Uluwatu Bali

Bestie | Selasa, 22 Agustus 2023 | 14:16 WIB

Masuk dalam Tari Kolosal, Ini Gerak dan Pola Lantai Tari Kecak

Masuk dalam Tari Kolosal, Ini Gerak dan Pola Lantai Tari Kecak

Bestie | Kamis, 17 Agustus 2023 | 06:30 WIB

Berawal dari Seruan Kata Cak-cak-cak, Ini Sejarah Tari Kecak Bali

Berawal dari Seruan Kata Cak-cak-cak, Ini Sejarah Tari Kecak Bali

Bestie | Kamis, 17 Agustus 2023 | 06:25 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×