Provinsi Kalimantan Timur mengenal beragam goa yang memiliki banyak nilai sejarah di masa lalu.
Salah satunya Goa Gunung Kongbeng yang terletak di Desa Kombeng, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.
Dikutip dari laman resmi Kaltim, Goa Gunung Kongbeng memiliki ruang cukup luas dan menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Kutai Hindu atau Kerajaan Kutai.
Dahulu, goa ini disebut-sebut pernah digunakan oleh Raja Mulawarman sebagai tempat pemujaan.
Di dalam gua terdapat sejumlah patung batu atau arca peninggalan sejarah yang perkirakan berasal dari masa pemerintahan Raja Mulawarman pada abad ke-4 Masehi.
Dikutip dari laman Kemendikbud, sejumlah arca batu ditemukan di antara fragmen struktur batu dalam Gua Gunung Kombeng di hutan hujan tropis terpencil di Muara Wahau.
Patung-patung ini awalnya dimuat oleh Bosch dalam bukunya yang berjudul Midden-Oost Borneo pada 1927 dan diidentifikasi sebagai pantheon Hindu.
Tradisi lisan Salasilah Kutai menyebut pernah ada Kerajaan Hindu di Daerah Aliran Sungai Mahakam, yang melarikan diri ke hulu setelah diserang oleh sebuah Kerajaan Islam yang berkedudukan di pesisir timur Kalimantan.
Para pengungsi Kerajaan Hindu itu memecahkan diri menjadi dua kelompok ke hulu di bagian barat, dan ke bagian utara menembus Kedang Kepala, Muara Wahau, dan Sungai Pantun.
Baca Juga: Sempat Bela Mati-matian, Dewi Perssik Putus Dari Calon Suami Pilotnya
Kemudian penelitian lain membahas karakteristik arca-arca batu dan struktur batu di Gua Gunung Kombeng untuk memahami kronologi dan eksistensinya dalam gua.
Selain itu, juga mengidentifikasi berlangsungnya budaya para pendukung arca batu Gua Gunung Kombeng di masa lalu.
Jadi, hasil kajian adalah pemahaman telah terjadinya sinkretisme budaya Siva-Buddha pasca abad ke-13 Masehi pada arca-arca tersebut.
Goa Kongbeng pada hari besar keagamaan maupun hari-hari tertentu juga menjadi tempat pemujaan bagi masyarakat Bali.