Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Perekonomian Dunia Tertekan, Dana Asing Membanjiri Indonesia

Doddy Rosadi

Jum'at, 04 April 2014 | 16:05 WIB
Perekonomian Dunia Tertekan, Dana Asing Membanjiri Indonesia
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah. (www.setkab.go.id)

Suara.com - Kinerja perekonomian nasional dinilai sangat luar biasa. Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah mengemukakan, kinerja ekonomi Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif hampir di semua indikator meski melalui sejumlah ujian seperti pelemahan pasar ekspor dunia, pelarian modal ke luar negeri hingga tapering off yang dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat.

“Ditopang oleh fundamental ekonomi yang luar biasa, bauran kebijakan yang dilakukan pemerintah bersama-sama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan hasil yang dapat kita rasakan saat ini, di mana secara umum perekonomian nasional dapat terjaga positif dan stabil di tengah tekanan ekonomi dunia,” kata Firmanzah di Jakarta, Jumat (4/4/2014), seperti dilansir laman Setkab.go.id.

Ia menyebutkan, perbaikan neraca pembayaran dan perdagangan, inflasi yang terjaga, peningkatan cadangan devisa, serta semakin menguatnya kepercayaan para pelaku ekonomi terhadap ekonomi Indonesia adalah prestasi yang patut diapresiasi dari tim ekonomi pemerintah, termasuk BI dan OJK saat ini.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan itu menguraikan, di tengah ancaman eksodus modal asing di sejumlah negara khususnya negara emerging dan berkembang beberapa waktu terakhir (kuartal IV-2013 hingga saat ini), Indonesia bahkan sebaliknya.

Sepanjang Januari-Maret 2014, berdasarkan catatan Bank Indonesia, dana asing yang masuk mencapai Rp54 triliun. “Angka ini jauh lebih besar dari jumlah dana asing yang masuk ke Indonesia sepanjang tahun 2013 yang mencapai Rp. 28 triliun,” terang Firmanzah.

Adapun nilai tukar rupiah, lanjut Firmanzah, juga terus menguat di sepanjang Januari-Maret 2014, berlawanan arah dengan nilai tukar di sejumlah negara berkembang yang menghadapi depresiasi nilai tukar yang sangat tajam.

“Penguatan nilai tukar rupiah bahkan tertinggi dari 24 negara berkembang lainnya,” ujarnya.

Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menurut Firmanzah, dengan trend menguat di luar ekspektasi pasar (menembus batas 4.800) merupakan manifestasi dari animo dan apresiasi pasar terhadap fundamental ekonomi nasional.

“Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa penguatan nilai tukar rupiah dan IHSG merupakan dampak dari semakin kokohnya fundamental ekonomi nasional, dan respon kebijakan ekonomi terhadap tekanan eksternal yang dilakukan dengan sigap melalui sejumlah instrumen, baik fiskal dan moneter, serta terus menjaga sektor riil dan daya beli masyarakat,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Bulan, Rp54 Triliun Dana Asing Masuk

Tiga Bulan, Rp54 Triliun Dana Asing Masuk

Bisnis | Selasa, 01 April 2014 | 15:02 WIB

RI Harus Siap Antisipasi Keluarnya Modal Asing

RI Harus Siap Antisipasi Keluarnya Modal Asing

Bisnis | Senin, 24 Maret 2014 | 11:10 WIB

Modal Asing Mulai Keluar, Indeks Regional Terjun Bebas

Modal Asing Mulai Keluar, Indeks Regional Terjun Bebas

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2014 | 15:54 WIB

Hot Money Membanjiri Indonesia, Thailand dan Filipina

Hot Money Membanjiri Indonesia, Thailand dan Filipina

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2014 | 09:50 WIB

Terkini

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 22:19 WIB

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB