Apersi: Masyarakat Belum Siap Tinggal di Rusunami

Doddy Rosadi

Kamis, 01 Mei 2014 | 18:09 WIB
Apersi: Masyarakat Belum Siap Tinggal di Rusunami
Ilustrasi: Pameran properti. (Antara/Dhoni Setiawan)

Suara.com - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Cabang Jawa Timur mengkhawatirkan "backlog" atau angka kekurangan ketersediaan rumah secara nasional kian meningkat pascapenghapusan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2015.

"Hal tersebut membuktikan bahwa sampai sekarang kebijakan pemerintah kurang berpihak pada pemenuhan rumah tapak bersubsidi," kata Ketua APERSI Jatim, Supratno.

Menurut dia, khususnya di Jatim, pada akhir 2013 angka "backlog" rumah mencapai sekitar 550.000 unit hunian. Besaran tersebut diprediksi semakin meningkat pada beberapa bulan terakhir.

"Apalagi pengembang masih menahan pengembangan bisnisnya. Faktor penyebabnya, aturan pemerintah yang belum jelas misalnya program FLPP dan keringanan pajak pertambahan nilai (PPN)," ujarnya.

Padahal, ungkap dia, program FLPP sangat membantu masyarakat untuk memiliki rumah tapak terutama mereka yang selama ini memiliki penghasilan rendah. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya pemerintah tetap membebankan kepada pihak perbankan jika ternyata pembeli tidak bisa melanjutkan angsuran.

"Kondisi itulah yang mengakibatkan pihak perbankan kian selektif," katanya.

Jikalau FLPP benar ditiadakan, jelas dia, dengan alasan program tersebut akan dialihkan ke rusunami maka pihaknya menilai pemerintah tidak paham terhadap kondisi masyarakat. Pemerintah juga tidak mengerti bagaimana kultur yang terbangun.

"Dari sisi kultur, masyarakat masih belum siap untuk tinggal di rusunami. Mereka masih terbiasa dan nyaman tinggal di rumah tapak walaupun dengan ukuran yang sama," katanya.

Sementara itu, tambah dia, sejumlah pengembang juga merasa kesulitan mendapatkan tanah khususnya di kota untuk membangun rusunami. Selain itu, penyebab terhambatnya penyediaan rumah juga dipicu dari harga.

"Sebelumnya, harga jual dipatok pemerintah sebesar Rp88 juta per unit untuk tipe 36," katanya.

Di sisi lain, sebut dia, biaya pembangunan rumah tapak subsidi sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar. Tapi, sekarang harga tanah kian tinggi. Misalnya di Surabaya, harga tanah per meter persegi bisa mencapai Rp6 juta.

"Kalau harga jual satu unit rumah sebesar Rp88 juta, harga tanah harusnya di bawah Rp100 ribu per meter per segi. Harga sebesar itu hanya bisa ditemukan di kota penyangga dan bukan di Surabaya," katanya.

Ia melanjutkan, dengan kenaikan harga yang diberlakukan saat ini maka menjadi berkisar antara Rp115 juta hingga Rp188 juta per unit. Hal itu idealnya bisa menjadi stimulus bagi pengembang untuk membangun rumah tapak bersubsidi. Jika dikalkulasi, dengan besarnya biaya untuk satu unit rumah, pengembang hanya mendapatkan keuntungan sebesar Rp20 juta.

"Keuntungan tersebut jauh berbeda ketika pengembang membangun rumah menengah dengan harga minimal Rp250 juta menyusul nilai keuntungan bisa mencapai Rp100 juta per unit," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

15 Juta Masyarakat Indonesia Sudah Nikmati Kredit dari Bank BTN

15 Juta Masyarakat Indonesia Sudah Nikmati Kredit dari Bank BTN

Bisnis | Rabu, 30 April 2014 | 17:07 WIB

 BTN Salurkan Kredit ke Sektor Properti Rp89 Triliun

BTN Salurkan Kredit ke Sektor Properti Rp89 Triliun

Bisnis | Rabu, 30 April 2014 | 11:03 WIB

Rumah Mewah di Atas Rp2 Miliar Laris Dibeli Konsumen

Rumah Mewah di Atas Rp2 Miliar Laris Dibeli Konsumen

Bisnis | Senin, 28 April 2014 | 12:35 WIB

Permasalahan Kredit Rumah Bukan Kesalahan Bank Tabungan Negara

Permasalahan Kredit Rumah Bukan Kesalahan Bank Tabungan Negara

Bisnis | Rabu, 23 April 2014 | 15:53 WIB

Penjualan Properti Turun, Investor Tunda Ekspansi

Penjualan Properti Turun, Investor Tunda Ekspansi

Bisnis | Senin, 21 April 2014 | 13:53 WIB

Terkini

Gubernur Sulsel Singgung Kualitas Udara Makassar, Diprediksi Makin Buruk

Gubernur Sulsel Singgung Kualitas Udara Makassar, Diprediksi Makin Buruk

Sulsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:16 WIB

Urutan Skincare Malam Viva untuk Hempas Jerawat, Praktis Hanya 4 Langkah dan Harga Terjangkau

Urutan Skincare Malam Viva untuk Hempas Jerawat, Praktis Hanya 4 Langkah dan Harga Terjangkau

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Maudy Ayunda Bawa Misi Pelestarian Alam dan Pendidikan Anak Lewat Brand Skincare Besutannya

Maudy Ayunda Bawa Misi Pelestarian Alam dan Pendidikan Anak Lewat Brand Skincare Besutannya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Realisasi Anggaran Pendidikan Rp 574,2 T di September 2026, MBG Sedot Rp 134,4 T

Realisasi Anggaran Pendidikan Rp 574,2 T di September 2026, MBG Sedot Rp 134,4 T

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Sebentar Lagi Harga Beras Turun, Bulog Mau Guyur 300 Ribu Ton Hingga Akhir Tahun

Sebentar Lagi Harga Beras Turun, Bulog Mau Guyur 300 Ribu Ton Hingga Akhir Tahun

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Cekcok soal Pekerja Refleksi Berujung Perkelahian, Pria 56 Tahun Tewas

Cekcok soal Pekerja Refleksi Berujung Perkelahian, Pria 56 Tahun Tewas

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Kasus Korupsi Bea Cukai: Dedi Congor Batal Diperiksa KPK, Kembali Berdalih Sakit

Kasus Korupsi Bea Cukai: Dedi Congor Batal Diperiksa KPK, Kembali Berdalih Sakit

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Breaking News! Belasan Siswa SD Negeri di Medan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG

Breaking News! Belasan Siswa SD Negeri di Medan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Bobby Nasution soal Ijazah Gibran: Saran Saya Sekalian Permasalahkan Sarjananya

Bobby Nasution soal Ijazah Gibran: Saran Saya Sekalian Permasalahkan Sarjananya

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Oppo A7 Pro Series Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp7,49 Juta

Oppo A7 Pro Series Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp7,49 Juta

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:55 WIB

×