Dana Bailout Bank Century Melonjak, Ini Penjelasan Boediono

Doddy Rosadi

Jum'at, 09 Mei 2014 | 10:46 WIB
Dana Bailout Bank Century Melonjak, Ini Penjelasan Boediono
Wakil Presiden Boediono menjadi saksi kasus Bank Century di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (9/5). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono akhirnya memberi penjelasan tentang melonjaknya dana talangan atau “bailout” yang diberikan pemerintah kepada Bank Century. Menurut Boediono, Bank Indonesia mengajukan dana sebesar Rp632 miliar untuk menyelamatkan Bank Century. Namun, dana tersebut melonjak menjadi Rp6,7 triliun ketika Bank Century sudah diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan.

Menurut dia, lonjakan dana yang diperlukan untuk menyelamatkan Bank Century merupakan keputusan pengawas perbankan di LPS. Kata dia, Bank Indonesia hanya memberikan data awal tentang keperluan dana yang diperlukan Bank Century.

“LPS lah yang menentukan apa kebutuhan Bank itu dari bulan ini ke bulan berikutnya, pada tingkat itulah yang dilaksanakan. Kalau sudah pada tingkat LPS, antara bank dengan pengawas itu saja, begitu juga apabila ada bank lain yang masuk pengawasan hanya antara pengawas dengan bank itu saja,” kata Boediono di Gedung Pengadilan Tipikor, Jumat (9/5/2014).

Boediono menambahkan, dia mendapatkan data tentang dana yang diperlukan untuk menyelamatkan Bank Century dari Deputi Gubernur Muliaman Hadad. Dia tidak memeriksa lagi soal jumlah dana itu karena sudah memberikan kepercayaan penuh kepada koleganya itu.

“Saya percaya kepada anak buah, maaf bukan anak buah tetapi kolega, Gubernur tidak punya anak buah dan kolega ini independen beliau yang tahu bidangnya, apa yang disodorkan saya percaya itu benar,” ungkap Boediono.

Boediono menjadi saksi atas terdakwa mantan Deputi Gubernur BI Bud Mulya dalam kasus dugaan korupsi Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penentuan bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Sebelumnya, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan juga mantan Wapres Jusuf Kalla sudah bersaksi di Pengadilan Tipikor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhirnya Boediono Bersaksi

Akhirnya Boediono Bersaksi

Foto | Jum'at, 09 Mei 2014 | 10:25 WIB

Boediono: FPJP untuk Hindari Krisis Seperti 1997

Boediono: FPJP untuk Hindari Krisis Seperti 1997

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2014 | 10:10 WIB

Boediono: FPJP Dilaksanakan Tiga Deputi Gubernur BI

Boediono: FPJP Dilaksanakan Tiga Deputi Gubernur BI

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2014 | 09:40 WIB

Boediono: Bertemu Antasari untuk Bahas Indover, Bukan Century

Boediono: Bertemu Antasari untuk Bahas Indover, Bukan Century

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2014 | 09:08 WIB

Boediono Bersaksi, Tipikor Dijaga Ketat

Boediono Bersaksi, Tipikor Dijaga Ketat

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2014 | 08:27 WIB

Hari Ini Boediono Jadi Saksi Kasus Century di Tipikor

Hari Ini Boediono Jadi Saksi Kasus Century di Tipikor

News | Jum'at, 09 Mei 2014 | 06:00 WIB

Anas: SBY Layak Jadi Saksi Kasus Bank Century

Anas: SBY Layak Jadi Saksi Kasus Bank Century

News | Kamis, 08 Mei 2014 | 21:22 WIB

Terkini

Dipimpin Dasco, DPR-Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria Lanjut ke Paripurna

Dipimpin Dasco, DPR-Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria Lanjut ke Paripurna

News | Senin, 21 September 2026 | 18:46 WIB

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, Korban Tragedi Tanjung Priok 1984 Bersaksi di PTUN

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, Korban Tragedi Tanjung Priok 1984 Bersaksi di PTUN

News | Senin, 21 September 2026 | 18:46 WIB

7 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation Harian

7 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation Harian

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 18:45 WIB

Ketika Estetika Membuat Barang Kehilangan Umur Pakainya

Ketika Estetika Membuat Barang Kehilangan Umur Pakainya

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:42 WIB

Tim Tenis Indonesia Tunduk 0-4 dari Rumania di Ajang Piala Davis 2026

Tim Tenis Indonesia Tunduk 0-4 dari Rumania di Ajang Piala Davis 2026

Video | Senin, 21 September 2026 | 18:40 WIB

Ulasan Your Lie in April: Tentang Belajar Hidup sebelum Semuanya Terlambat

Ulasan Your Lie in April: Tentang Belajar Hidup sebelum Semuanya Terlambat

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:40 WIB

Polda Metro Usut Kasus Mafia Tanah PTSL Bogor: Beda dengan KPK

Polda Metro Usut Kasus Mafia Tanah PTSL Bogor: Beda dengan KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 18:36 WIB

BPK Temukan Masalah di Tapera, 543 Rumah Tak Dimanfaatkan

BPK Temukan Masalah di Tapera, 543 Rumah Tak Dimanfaatkan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 18:35 WIB

Api Hanguskan Deretan Kontainer ISO Tank di Terminal NPCT 1 Priok, 14 Unit Damkar Diterjunkan

Api Hanguskan Deretan Kontainer ISO Tank di Terminal NPCT 1 Priok, 14 Unit Damkar Diterjunkan

News | Senin, 21 September 2026 | 18:34 WIB

Soal Wacana Syarat 2 Fraksi untuk Capres, PKB Minta Tunggu Pembahasan Panja RUU Pemilu

Soal Wacana Syarat 2 Fraksi untuk Capres, PKB Minta Tunggu Pembahasan Panja RUU Pemilu

News | Senin, 21 September 2026 | 18:29 WIB

×