Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Martine Rothblatt, Transgender yang Menjadi CEO Perempuan Termahal

Doddy Rosadi

Senin, 08 September 2014 | 14:57 WIB
Martine Rothblatt, Transgender yang Menjadi CEO Perempuan Termahal
Martin Rothblatt (kiri). (www.sexualfreedomsummit.org)

Suara.com - Hanya 5 persen perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune 500 yang dipimpin oleh perempuan. Bukan itu saja, gaji yang diterima Chief Executive Officer (CEO) perempuan juga masih kalah jauh dibandingkan CEO laki-laki.

Dalam daftar 200 CEO dengan bayaran termahal di Amerika, hanya ada 11 perempuan yang masuk dalam daftar dengan bayaran rata-rata 1,6 juta dolar Amerika. Sejumlah perempuan ternama yang masuk di daftar itu antara lain Marissa Mayer (CEO Yahoo) yang berada di nomor 34 dengan pendapatan 25 juta dolar Amerika dan Meg Whitman (CEO Hewlett Packard) di posisi 95 dengan pendapatan 17 juta dolar Amerika.

Namun, CEO perempuan dengan bayaran termahal adalah seseorang yang tidak terlalu dikenal oleh publik. Dia adalah Martine Rothblatt (59 tahun) CEO United Therapeutics. Martine mulai meraih kejayaan ketika mendirikan Sirius Radio. Yang membedakan Martine dengan CEO perempuan lainnya adalah, dia terlahir sebagai seorang laki-laki.

“Rasanya seperti menang loterai,” kata Martine ketika tahu namanya menajdi CEO perempuan dengan bayaran termahal di Amerika. Tahun lalu, Martine menerima pemasukan 38 juta dolar Amerika.

“Saya tidak bisa mengklaim apa yang saya raih sama dengan apa yang diraih perempuan lain. Karena, hampir separuh dari hidup saya, saya adalah laki-laki,” ujarnya.

Penampilan Martine memang beda dengan CEO perempuan lainnya. Dia tidak menggunakan rias muka, perhiasan dan lebih senang memakai celana jeans dan t-shirt. Martin adalah seorang transgender super yang membuatnya sebagai spesies langka dalam rimba perusahaan dibandingkan CEO perempuan.

Dia masih menikah dengan perempuan yang dinikahinya 33 tahun lalu yaitu Bina Aspen. Bersama-sama, mereka membesarkan empat orang anak. Meski sudah melakukan operasi kelamin dan berubah dari seorang laki-laki menjadi perempuan, Martin tetap dipanggil ayah oleh anak-anaknya. Pada 1995, tidak lama setelah melakukan transisi, Martne mempublikasikan buka The Apartheid of Sex, yang bercerita tentang kategori gendernya.

“Ada 5 miliar orang di dunia dan lima miliar identitias seksual yang unik. Pembedaan seseorang berdasarkan gender seksualnya sangat tidak relevan dan sama seperti membandingkan orang karena warna kulitnya,” katanya.

Martine mulai meraih sukses ketika membuat obat untuk putrinya yang mengalami primary pulmonary hypertension. Martine tidak mau menyebut dirinya sebagai transgender tetapi transhumanis. Ketika tidak menjalankan tugasnya sebagai CEO perusahaan dengan nilai 5 miliar dolar Amerika, Martine melakukan hobinya yaitu mengendarai helikopter di Pantai Timur. (NYMags)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini

Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 23:13 WIB

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:51 WIB

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:49 WIB

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:16 WIB

Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong

Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:10 WIB

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:51 WIB

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB