Arab Saudi Akan Melawan Jika Infrastruktur Energinya Diserang Rudal Milisi Pro Iran

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 30 Juli 2026 | 15:52 WIB
Arab Saudi Akan Melawan Jika Infrastruktur Energinya Diserang Rudal Milisi Pro Iran
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bertemu dengan Pangeran Khalid bin Salman di Riyadh, Arab Saudi, Senin (7/3/2022). [Dok. Kemhan]
baca 10 detik
  • AS dan Arab Saudi melancarkan serangan udara bersama terhadap milisi proksi Iran di Irak.

  • Pangeran Khalid menegaskan Arab Saudi tidak mentolerir serangan terhadap infrastruktur energi dan warga sipil.

  • Operasi militer gabungan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 20 warga negara Iran di lokasi target.

Suara.com - Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman menyampaikan pesan khusus tersebut saat bertemu Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance di Gedung Putih. Pangeran Khalid menegaskan posisi Riyadh yang tidak akan membiarkan kawasan strategisnya diserang dengan kekuatan militer.

Gempuran udara gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi menghantam markas milisi sokongan Iran di Irak timur untuk menghentikan ancaman fasilitas energi. Langkah militer tegas ini langsung menyasar titik pertahanan lawan guna mengirimkan sinyal bahaya bagi kelompok penyerang di kawasan tersebut.

Aksi militer ini menjadi bukti nyata komitmen Riyadh dalam meredam manuver kelompok bersenjata sebelum bentrokan skala besar pecah. Langkah ofensif bersama Washington ini sekaligus membedakan strategi Riyadh yang berfokus pada perlindungan wilayah domestik dari provokasi regional.

Serangan udara gabungan militer Arab Saudi dan Amerika Serikat menewaskan 8 anggota Popular Mobilisation Forces (PMF) serta melukai 4 orang lainnya di Irak.  (Medsos/Aljazeera)
Serangan udara gabungan militer Arab Saudi dan Amerika Serikat menewaskan 8 anggota Popular Mobilisation Forces (PMF) serta melukai 4 orang lainnya di Irak. (Medsos/Aljazeera)

Langkah tegas ini tidak hanya menyasar milisi di Irak, tetapi juga ditujukan sebagai peringatan keras untuk kelompok Houthi di Yaman. Riyadh memastikan bahwa seluruh infrastruktur sipil dan pasokan energi nasional berada di bawah perlindungan penuh pertahanan udara Kerajaan.

Menurut sumber dari Al Arabiya, dalam pembicaraan bersama JD Vance, Kerajaan menegaskan batas toleransi terhadap aksi teror yang menyasar wilayah mereka.

"Kerajaan tidak akan mentolerir serangan terhadap infrastruktur energinya atau sasaran sipil," ujar sumber Al Arabiya.

Wakil Presiden JD Vance menyambut hangat kunjungan diplomasi militer ini dalam tatap muka pertamanya bersama Menhan Saudi. Ia turut memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam menjaga dinamika keamanan kawasan.

Pangeran Khalid kembali menekankan komitmen Riyadh untuk menekan eskalasi bentrokan demi menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah. Namun, Kerajaan menegaskan memiliki kapasitas penuh untuk melancarkan pembalasan terukur jika kedaulatannya diganggu.

"Kerajaan tidak mencari eskalasi tetapi akan merespons setiap agresi yang dihadapinya," tegas Kementerian Pertahanan Arab Saudi dalam pernyataan resminya.

baca juga

Kunjungan Pangeran Khalid ke Washington bertepatan dengan kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengusung agenda berbeda. Pertemuan tersebut memperlihatkan perbandingan kontras antara upaya pemicu bentrokan dan langkah penstabil keamanan.

Sumber diplomasi mencatat bahwa Riyadh secara konsisten mencari jalan keluar untuk meredakan ketegangan diplomatik di seluruh wilayah. Di sisi lain, Pemerintah Israel justru terus mendesak pendekatan militer yang lebih agresif di kawasan tersebut.

Intensitas serangan gabungan ini meningkat setelah sistem pertahanan udara Saudi berhasil melumpuhkan sejumlah pesawat nirnirmana musuh. Drone milik milisi dukungan Iran tersebut sebelumnya terdeteksi melintas menuju sasaran vital Kerajaan.

Di wilayah perairan, kelompok Houthi dari Yaman juga berulang kali mencoba menyerang kapal-kapal yang terhubung dengan kepentingan Saudi di Laut Merah. Pengetatan keamanan udara dan laut kini menjadi prioritas utama guna mencegah kembalinya pertempuran terbuka.

Laporan intelijen Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa operasi udara bersama di Irak timur tersebut membuahkan hasil signifikan. Sekitar 20 warga negara Iran tewas dalam serangan tersebut.

Operasi militer bersama di Irak timur ini merupakan puncak dari rentetan gesekan keamanan yang terus memanas selama beberapa pekan terakhir. Kunjungan Menhan Saudi ke Washington sejatinya sempat tertunda akibat lonjakan serangan drone dan rudal oleh kelompok proksi Iran.

Pertahanan udara Arab Saudi terus siaga tinggi setelah berhasil mengintersepsi rentetan drone yang diluncurkan milisi Irak pada awal pekan. Eskalasi ini mempertegas komitmen pertahanan bersama antara Washington dan Riyadh dalam memutus jaringan ancaman militer di Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aneh, Kenapa Rudal Amerika Serikat Gempur Lokasi yang Sama di Iran dari Serangan Sebelumnya?

Aneh, Kenapa Rudal Amerika Serikat Gempur Lokasi yang Sama di Iran dari Serangan Sebelumnya?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:02 WIB

Serangan Amerika Serikat ke Qeshm Iran Tewaskan Satu Keluarga, Termasuk Balita

Serangan Amerika Serikat ke Qeshm Iran Tewaskan Satu Keluarga, Termasuk Balita

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 12:44 WIB

Amerika Ngamuk Lagi, Habis-habisan Gempur Fasilitas Militer Iran

Amerika Ngamuk Lagi, Habis-habisan Gempur Fasilitas Militer Iran

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:01 WIB

Terkini

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×