BBM Baru Naik Tahun Depan, Pelaku Pasar Kecewa

Doddy Rosadi

Rabu, 15 Oktober 2014 | 19:16 WIB
BBM Baru Naik Tahun Depan, Pelaku Pasar Kecewa
Petugas mengisi bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium di SPBU. [Antara/Zabur Karuru]

Suara.com - Kepala ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti memperkirakan sentimen negatif akan timbul dari pasar finansial jika Presiden terpilih Joko Widodo baru menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 2015, bukan pada sisa waktu tahun anggaran 2014.

Menurut Destry, pelaku pasar sudah telanjur berekspektasi agar Joko Widodo (Jokowi) segera menaikkan harga BBM bersubsidi setelah dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2014.

Dengan begitu, pelaku pasar sangat berharap terjadinya pemulihan. fundamental perekonomian dengan luasnya ruang fiskal negara, ditambah perbaikan defisit neraca transaksi berjalan yang selama ini dibebani oleh impor minyak olahan.

"Market (pasar) akan kecewa. Ini yang membedakan skenario kenaikkan harga BBM pada November 2014 dengan kenaikan harga BBM pada Januari 2015," ujarnya.

Besaran subsidi BBM dianggap telah menjadi beban fiskal negara dalam beberapa tahun terakhir. Pada APBN-P 2014, beban subsidi BBM hampir sebesar RP250 triliun.

Jika sentimen negatif terus membayangi pasar uang dan modal, kata Destry, bukan tidak mungkin pembalikan arus modal dari Indonesia, dan fluktuasi kurs rupiah akan semakin besar.

Pasalnya, dengan kondisi perekonomian global yang belum pulih sepenuhnya ditambah normalisasi kebijakan Bank Sentral AS, The Fed, ujar Destry, seharusnya pemerintah fokus memperbaiki fundamental perekonomian.

Dia juga mengatakan pelaku pasar pesimistis jika kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi pada 2015 akan dengan mudah diloloskan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), melihat kelemahan dukungan politik untuk Jokowi di parlemen.

Hal tersebut dikemukakan Destry berdasarkan analisis para ekonom Bank Mandiri terkait pandangan perekonomian pada 2015. Terdapat dua skenario kenaikan harga BBM bersubsidi yang menjadi kerangka acuan analisis.

Kata Destry, dampak terhadap inflasi dan neraca transaksi berjalan karena kenaikan harga BBM dengan dua waktu skenario yakni pada November 2014 dan Januari 2015 tidak akan jauh berbeda.

Dia menggarisbawahi, dampak inflasi dan tekanan pada daya beli masyarakat karena kenaikan harga BBM pada November 2014, hanya bersifat sementara, namun dampak positif terhadap perekonomian akan mulai terasa pada 2015.

Misalnya, laju inflasi dan defisit neraca transaksi berjalan pada 2015 akan lebih terkendali, akibat kenaikan harga BBM pada 2014.

Perinciannya, jika harga BBM dinaikkan dengan besaran Rp3.000 pada November 2014, pemerintah dapat menghemat total pengeluaran sebesar RP141 triliun secara akumulasi tahunan.

Memang, katanya, inflasi tahunan pada 2014 akan melonjak menjadi 8,47 persen, dan pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi dari 5,3 persen menjadi 5,23 persen.

"Namun dengan sudah dinaikkannya BBM pada 2014, di 2015 kita perkirakan inflasi dapat ditahan di 5,22 persen, CAD (defisit transaksi berjalan) dibanding PDB akan minus di -2,74 persen," ujarnya.

Pada skenario kedua, menurut Destry, jika harga BBM dinaikkan pada awal 2015, inflasi pada 2015 akan melonjak ke 8,84 persen, dan defisit neraca transaksi berjalan akan tetap minus, meskipun berubah di -2,67 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Emil Salim: BBM Subsidi Hanya Dinikmati Pemilik Mobil

Emil Salim: BBM Subsidi Hanya Dinikmati Pemilik Mobil

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2014 | 13:00 WIB

Jokowi Diminta Tunda Kenaikan Harga BBM Selama Satu Tahun

Jokowi Diminta Tunda Kenaikan Harga BBM Selama Satu Tahun

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2014 | 06:58 WIB

BBM Naik, BI Siapkan Kebijakan untuk Redam Inflasi

BBM Naik, BI Siapkan Kebijakan untuk Redam Inflasi

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2014 | 13:37 WIB

Terkini

6 Shio yang Paling Pandai Mengelola Keuangan dan Investasi

6 Shio yang Paling Pandai Mengelola Keuangan dan Investasi

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 12:25 WIB

Di Tengah Tren yang Cepat Berubah, Amagra Pilih Punya Warna Sendiri

Di Tengah Tren yang Cepat Berubah, Amagra Pilih Punya Warna Sendiri

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 12:22 WIB

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion?

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion?

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 12:21 WIB

Kemlu Belum Pastikan 8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia buat Perang Lawan Ukraina

Kemlu Belum Pastikan 8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia buat Perang Lawan Ukraina

News | Selasa, 01 September 2026 | 12:20 WIB

Review Death of the Pastors Wife: Saat Agama, Cinta, dan Kuasa Bertubrukan

Review Death of the Pastors Wife: Saat Agama, Cinta, dan Kuasa Bertubrukan

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 12:17 WIB

Suara Setuju Bergema di Senayan, Ini Daftar 'Bos' Baru BI yang Disahkan dalam Rapat Paripurna DPR

Suara Setuju Bergema di Senayan, Ini Daftar 'Bos' Baru BI yang Disahkan dalam Rapat Paripurna DPR

News | Selasa, 01 September 2026 | 12:17 WIB

BPS Umumkan Inflasi Agustus 2026 Capai 0,21%: Daging Ayam, Cabai, hingga Beras Makin Mahal

BPS Umumkan Inflasi Agustus 2026 Capai 0,21%: Daging Ayam, Cabai, hingga Beras Makin Mahal

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 12:13 WIB

3 Nelayan Mendadak Tewas Dalam Kapal di Perairan Sumut, Apa Sebabnya?

3 Nelayan Mendadak Tewas Dalam Kapal di Perairan Sumut, Apa Sebabnya?

Sumut | Selasa, 01 September 2026 | 12:13 WIB

Setelah Sempat Deflasi, BPS Catat Inflasi di Agustus

Setelah Sempat Deflasi, BPS Catat Inflasi di Agustus

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 12:12 WIB

Gunung Sinabung Erupsi, 2 Desa di Karo Dievakuasi, 2.400 Lebih Warga Terdampak

Gunung Sinabung Erupsi, 2 Desa di Karo Dievakuasi, 2.400 Lebih Warga Terdampak

Sumut | Selasa, 01 September 2026 | 12:11 WIB

×