Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

BBM Baru Naik Tahun Depan, Pelaku Pasar Kecewa

Doddy Rosadi

Rabu, 15 Oktober 2014 | 19:16 WIB
BBM Baru Naik Tahun Depan, Pelaku Pasar Kecewa
Petugas mengisi bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium di SPBU. [Antara/Zabur Karuru]

Suara.com - Kepala ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti memperkirakan sentimen negatif akan timbul dari pasar finansial jika Presiden terpilih Joko Widodo baru menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 2015, bukan pada sisa waktu tahun anggaran 2014.

Menurut Destry, pelaku pasar sudah telanjur berekspektasi agar Joko Widodo (Jokowi) segera menaikkan harga BBM bersubsidi setelah dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2014.

Dengan begitu, pelaku pasar sangat berharap terjadinya pemulihan. fundamental perekonomian dengan luasnya ruang fiskal negara, ditambah perbaikan defisit neraca transaksi berjalan yang selama ini dibebani oleh impor minyak olahan.

"Market (pasar) akan kecewa. Ini yang membedakan skenario kenaikkan harga BBM pada November 2014 dengan kenaikan harga BBM pada Januari 2015," ujarnya.

Besaran subsidi BBM dianggap telah menjadi beban fiskal negara dalam beberapa tahun terakhir. Pada APBN-P 2014, beban subsidi BBM hampir sebesar RP250 triliun.

Jika sentimen negatif terus membayangi pasar uang dan modal, kata Destry, bukan tidak mungkin pembalikan arus modal dari Indonesia, dan fluktuasi kurs rupiah akan semakin besar.

Pasalnya, dengan kondisi perekonomian global yang belum pulih sepenuhnya ditambah normalisasi kebijakan Bank Sentral AS, The Fed, ujar Destry, seharusnya pemerintah fokus memperbaiki fundamental perekonomian.

Dia juga mengatakan pelaku pasar pesimistis jika kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi pada 2015 akan dengan mudah diloloskan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), melihat kelemahan dukungan politik untuk Jokowi di parlemen.

Hal tersebut dikemukakan Destry berdasarkan analisis para ekonom Bank Mandiri terkait pandangan perekonomian pada 2015. Terdapat dua skenario kenaikan harga BBM bersubsidi yang menjadi kerangka acuan analisis.

Kata Destry, dampak terhadap inflasi dan neraca transaksi berjalan karena kenaikan harga BBM dengan dua waktu skenario yakni pada November 2014 dan Januari 2015 tidak akan jauh berbeda.

Dia menggarisbawahi, dampak inflasi dan tekanan pada daya beli masyarakat karena kenaikan harga BBM pada November 2014, hanya bersifat sementara, namun dampak positif terhadap perekonomian akan mulai terasa pada 2015.

Misalnya, laju inflasi dan defisit neraca transaksi berjalan pada 2015 akan lebih terkendali, akibat kenaikan harga BBM pada 2014.

Perinciannya, jika harga BBM dinaikkan dengan besaran Rp3.000 pada November 2014, pemerintah dapat menghemat total pengeluaran sebesar RP141 triliun secara akumulasi tahunan.

Memang, katanya, inflasi tahunan pada 2014 akan melonjak menjadi 8,47 persen, dan pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi dari 5,3 persen menjadi 5,23 persen.

"Namun dengan sudah dinaikkannya BBM pada 2014, di 2015 kita perkirakan inflasi dapat ditahan di 5,22 persen, CAD (defisit transaksi berjalan) dibanding PDB akan minus di -2,74 persen," ujarnya.

Pada skenario kedua, menurut Destry, jika harga BBM dinaikkan pada awal 2015, inflasi pada 2015 akan melonjak ke 8,84 persen, dan defisit neraca transaksi berjalan akan tetap minus, meskipun berubah di -2,67 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Emil Salim: BBM Subsidi Hanya Dinikmati Pemilik Mobil

Emil Salim: BBM Subsidi Hanya Dinikmati Pemilik Mobil

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2014 | 13:00 WIB

Jokowi Diminta Tunda Kenaikan Harga BBM Selama Satu Tahun

Jokowi Diminta Tunda Kenaikan Harga BBM Selama Satu Tahun

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2014 | 06:58 WIB

BBM Naik, BI Siapkan Kebijakan untuk Redam Inflasi

BBM Naik, BI Siapkan Kebijakan untuk Redam Inflasi

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2014 | 13:37 WIB

Terkini

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:45 WIB

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:25 WIB

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Sport | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:24 WIB

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition

Jogja | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:22 WIB

Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026

Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:10 WIB

Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas

Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:01 WIB

Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota

Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:42 WIB

Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025

Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:35 WIB

Universitas Brawijaya Gandeng CNGR dan Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri

Universitas Brawijaya Gandeng CNGR dan Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri

Malang | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:35 WIB

×