Jokowi Harus Prioritaskan Pembangunan Rumah Rakyat

Doddy Rosadi

Senin, 22 Desember 2014 | 20:46 WIB
Jokowi Harus Prioritaskan Pembangunan Rumah Rakyat
Warga ramai mengunjungi stan-stan pengembang dalam Pameran Rumah Rakyat 2014. (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Sektor perumahan rakyat belum juga menjadi prioritas pemerintahan Jokowi. Sebelum memikirkan perumahan rakyat sepertinya Jokowi lebih fokus untuk menyiapkan sektor infratstruktur. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menilai langkah ini cukup bagus.

Namun, tentunya harus diperhatikan bahwa pembangunan infrastruktur akan memberikan dampak pada naiknya harga tanah. Karena itu, pemerintah harus segera membentuk bank tanah untuk sedapat mungkin menguasai tanah-tanah dan memproteksi tanah-tanah yang layak dibangun rumah rakyat agar tidak naik lebih tinggi lagi.

“Pembangunan rumah rakyat akan sulit bila tidak ada ketersediaan tanah yang murah. Karenanya program 10 juta unit rumah dari Jokowi seharusnya juga mengedepankan fondasi sistem perumahan nasional yang saat ini belum ada. Pembentukan badan yang saat ini sedang didiskusikan harus segera direalisasikan mengingat badan ini akan sangat strategis bagi keberlangsungan penyediaan rumah rakyat,” kata Ali dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (22/12/2014).

“Dalam rencana membangun 10 juta unit sampai 2019, pemerintah harus mempertimbangkan instrumen perumahan nasional agar bisa direalisasikan, para pelaku pasar perumahan menunggu gebrakan dan langkah tegas dari pemerintah di sektor perumahan termasuk masalah perijinan,” ujarnya.

Instrumen yang dimaksud adalah berupa tiga pilar perumahan rakyat yaitu : Badan Pelaksana Perumahan yang akan mengatur bank tanah sebagai eksekutor, Kementerian PU-Pera sebagai regulator pencetak kebijakan, Bank BTN sebagai bank pembiayaan yang fokus perumahan.

Namun dari sisi pembiayaan seharusnya Bank BTN tidak lagi mengandalkan dana-dana jangka pendek untuk membiayai KPR, karenanya ketersediaan dana-dana jangka panjang pun harus segera dicarikan sumbernya. Banyak sumber-sumber dana jangka panjang yang ada saat ini di luar rencana pemerintah untuk menyiapkan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang saat ini belum jelas kelanjutannya.

Pemberdayaan PT. SMF sebagai secondary mortgage saat ini bisa menjadi pilihan untuk menjamin ketersediaan dana-dana untuk pembiayaan perumahan.

Indonesia Property Watch saat ini terus memberikan kritik membangun karena selama 2 kali periode SBY, sektor perumahan selalu terabaikan. Dia berharap dengan adanya pemerintahan yang baru, rumah rakyat dapat menjadi prioritas. Karena masalah perumahan rakyat sejak dulu semakin lama semakin karut marut dan membutuhkan keseriusan pemerintah untuk hadir di dalamnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perlu Dirjen yang Paham Masalah Perumahan Rakyat

Perlu Dirjen yang Paham Masalah Perumahan Rakyat

Bisnis | Minggu, 02 November 2014 | 15:08 WIB

Tepat, Penggabungan PU dengan Perumahan Rakyat

Tepat, Penggabungan PU dengan Perumahan Rakyat

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2014 | 08:11 WIB

Jangan Gabungkan Kemenpera dengan KemenPU!

Jangan Gabungkan Kemenpera dengan KemenPU!

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2014 | 14:28 WIB

UU Tapera Bisa Membantu Pemerintah Penuhi Perumahan Rakyat

UU Tapera Bisa Membantu Pemerintah Penuhi Perumahan Rakyat

Bisnis | Jum'at, 10 Oktober 2014 | 11:09 WIB

Terkini

Rumus Volume dan Luas Permukaan Limas Segi Empat, Lengkap dengan Contoh Soalnya

Rumus Volume dan Luas Permukaan Limas Segi Empat, Lengkap dengan Contoh Soalnya

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 09:15 WIB

Blusukan ke Pelosok Sumut, Kepala Unit BRI Ini Temukan Sisi Lain Perjuangan UMKM

Blusukan ke Pelosok Sumut, Kepala Unit BRI Ini Temukan Sisi Lain Perjuangan UMKM

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 09:14 WIB

Kenapa Syahrini Sangat Kaya? OOTD Nonton Konser Tembus Rp37 M Bikin Heboh

Kenapa Syahrini Sangat Kaya? OOTD Nonton Konser Tembus Rp37 M Bikin Heboh

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 09:05 WIB

Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron

Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron

Kalbar | Kamis, 10 September 2026 | 09:02 WIB

Veronica Tan Ungkap Pentingnya Peran Ibu Dampingi Anak di Masa Tumbuh Kembang

Veronica Tan Ungkap Pentingnya Peran Ibu Dampingi Anak di Masa Tumbuh Kembang

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 09:00 WIB

Prabowo Lepas 430 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026

Prabowo Lepas 430 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 09:00 WIB

Dony Oskaria Dengar Sewa Gedung Telkom oleh BGN di Atas Harga Pasar

Dony Oskaria Dengar Sewa Gedung Telkom oleh BGN di Atas Harga Pasar

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:59 WIB

800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan

800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 08:57 WIB

Yohanis Agabi Mahuze: Jangan Biarkan Adat Malind Maklew Terputus di Tengah Zaman

Yohanis Agabi Mahuze: Jangan Biarkan Adat Malind Maklew Terputus di Tengah Zaman

Jakarta | Kamis, 10 September 2026 | 08:45 WIB

KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini

KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini

News | Kamis, 10 September 2026 | 08:43 WIB

×