UU Tapera Bisa Membantu Pemerintah Penuhi Perumahan Rakyat

Doddy Rosadi

Jum'at, 10 Oktober 2014 | 11:09 WIB
UU Tapera Bisa Membantu Pemerintah Penuhi Perumahan Rakyat
Suasana pembangunan Rusunawa Daan Mogot, Jakarta Barat. (Antara/Vitalis Yogi)

Suara.com - Kementerian Perumahan Rakyat optimistis pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) akan dilanjutkan oleh anggota DPR periode 2014 – 2019 mendatang. Pasalnya, RUU tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung tersedianya dana murah jangka panjang untuk sektor perumahan rakyat Indonesia di masa yang akan datang.

“Kami optimistis pemerintahan yang akan datang serta para anggota DPR periode 2014 – 2019 akan melanjutkan pembahasan tentang RUU Tapera,” ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo, seperti dilansir laman Kemenpera.go.id, Jumat (10/10/2014).

Menurut Sri Hartoyo, pada pembahasan RUU Tapera sebelumnya belum ada kesepakatan mengenai besaran jumlah iuran yang harus dibayar oleh masyarakat maupun pemerintah serta pemberi kerja khususnya di sektor swasta. Besaran iuran tersebut dinilai penting mengingat nantinya akan diketahui berapa besar kisaran dana Tapera yang akan terkumpul untuk pembangunan perumahan rakyat.

Adanya UU Tapera, imbuh Sri Hartoyo, akan sangat membantu pemerintah dalam penyediaan dana murah jangka panjang khususnya untuk meningkatkan program perumahan rakyat. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu memikirkan berapa alokasi dana APBN untuk sektor perumahan karena dana Tapera bisa dikumpulkan dari dan untuk masyarakat itu sendiri.

“Saat ini program perumahan rakyat masih tergantung pada besaran alokasi APBN sehingga tidak dapat mengatasi pemenuhan rumah rakyat karena anggarannya sangat terbatas,” tandasnya.

Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh Kemenpera, dengan jumlah iuran sebesar 3 persen dari masyarakat, pemerintah dan sektor swasta sebagai pemberi kerja, dana Tapera yang dapat dikumpulkan per tahun bisa mencapai angka Rp 71 Triliun. Dalam 20 tahun mendatang pemerintah setidaknya bisa mengumpulkan dana Tapera sebesar Rp 1.400 Triliun.

Sri Hartoyo menerangkan, Indonesia bisa mencontoh Singapura untuk model pengelolaan dana Tapera ini. Pemerintah Singapura melalui Central Provident Fund (CPF) mengumpulkan dana kesejahteraan masyarakatnya dengan iuran dari penghasilan masyarakatnya. Sebagian dari iuran tersebut diperuntukkan bagi program perumahan masyarakatnya sehingga pemerintah memiliki kekuatan dan dukungan dana yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakatnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

JK: Pengembang Jangan Cuma Bangun Rumah untuk Orang Kaya

JK: Pengembang Jangan Cuma Bangun Rumah untuk Orang Kaya

Bisnis | Kamis, 28 Agustus 2014 | 14:53 WIB

Jokowi-JK Fokus Bangun Perumahan Rakyat

Jokowi-JK Fokus Bangun Perumahan Rakyat

Bisnis | Kamis, 28 Agustus 2014 | 13:33 WIB

Kondisi Perumahan Rakyat di Era Orde Baru Lebih Baik

Kondisi Perumahan Rakyat di Era Orde Baru Lebih Baik

Bisnis | Selasa, 26 Agustus 2014 | 09:49 WIB

Terkini

BRI Perkuat Peran Jadi Motor Perluasan Akses Keuangan di Era Pemerintahan Prabowo

BRI Perkuat Peran Jadi Motor Perluasan Akses Keuangan di Era Pemerintahan Prabowo

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 15:46 WIB

WNA Asal Tiongkok Rekat Emas 10 Kg di Tubuh Demi Lolos ke Luar Negeri

WNA Asal Tiongkok Rekat Emas 10 Kg di Tubuh Demi Lolos ke Luar Negeri

Bali | Rabu, 09 September 2026 | 15:44 WIB

Marinus Gea: WNA Enak Cari Makan di RI, WNI Malah Disiksa di Luar Negeri

Marinus Gea: WNA Enak Cari Makan di RI, WNI Malah Disiksa di Luar Negeri

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:44 WIB

Dukung Presiden Prabowo, BRI Siap Jadi Tulang Punggung Perluasan Akses Keuangan Masyarakat

Dukung Presiden Prabowo, BRI Siap Jadi Tulang Punggung Perluasan Akses Keuangan Masyarakat

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 15:44 WIB

Eks Kasat Reskrim Jakpus Dilaporkan soal Dugaan Pemalsuan Identitas dan Perselingkuhan

Eks Kasat Reskrim Jakpus Dilaporkan soal Dugaan Pemalsuan Identitas dan Perselingkuhan

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:43 WIB

PSPS Pekanbaru Siap Hadapi Laga Perdana di Kandang PSIS Semarang

PSPS Pekanbaru Siap Hadapi Laga Perdana di Kandang PSIS Semarang

Riau | Rabu, 09 September 2026 | 15:43 WIB

Pasangan Aquarius Tiba-tiba Dingin dan Cuek? Jangan Panik, Ini 4 Cara Menghadapinya!

Pasangan Aquarius Tiba-tiba Dingin dan Cuek? Jangan Panik, Ini 4 Cara Menghadapinya!

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 15:41 WIB

Insiden ABK Tongkang Jatuh di Marunda, Polisi Telusuri Rekaman CCTV dan Periksa Saksi

Insiden ABK Tongkang Jatuh di Marunda, Polisi Telusuri Rekaman CCTV dan Periksa Saksi

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:38 WIB

Mau Diskon Makan Pizza Tiap Weekdays? Cukup Bayar Pakai BRImo!

Mau Diskon Makan Pizza Tiap Weekdays? Cukup Bayar Pakai BRImo!

Bri | Rabu, 09 September 2026 | 15:37 WIB

Kantah Kabupaten Bogor Digeledah Polisi Terkait Kasus Mafia Tanah PTSL

Kantah Kabupaten Bogor Digeledah Polisi Terkait Kasus Mafia Tanah PTSL

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:36 WIB

×