Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2014 Terendah dalam 5 Tahun

Doddy Rosadi, Tengku Sufiyanto

Kamis, 05 Februari 2015 | 12:22 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2014 Terendah dalam 5 Tahun
Ilustrasi: Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di pusat perekonomian, Jakarta, Jumat (23/1). (Antara)

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 sebesar 5,01 persen. Ini merupakan pertumbuhan ekonomi terendah dalam lima tahun terakhir. Pada 2013, pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,78 persen. Krisis finansial global menjadi pemicu lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merupakan negara terbesar di Asia Tenggara tengah melambat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya karena anjloknya komoditas eksport dan juga melemahnya permintaan dari negara besar seperti Cina dan juga pasar besar lainnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, pada tahun 2014, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,02% banyak ditopang oleh industri pengolahan.

Lanjut Suryamin, tahun lalu, industri pengolahan tumbuh 4,63%. Naik dibandingkan pertumbuhan pada 2013 yang sebesar 4,49%.

"Sudah ada perbaikan, tapi belum tinggi. Mudah-mudahan kalau perbaikan bisa menangkap penurunan barang modal," kata Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Menurut Suryamin, Peningkatan industri pengelolaan tersebut, didorong oleh sub sektor industri makanan dan minuman, percetakan, serta permesinan."

Ini karena Pemilu. Permintaan naik untuk kebutuhan kampanye dan sebagainya," ungkapnya.

Berdasarkan data BPS, tahun lalu pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,02% secara tahunan (year-on-year). Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan target pemerintah dalam APBN-P 2014, yaitu 5,5%.

Berdasarkan laporan dari BPS, ketidakpastian politik juga memberikan kontribusi atas melambatnya investasi asing yang masuk. Banyak calon investor yang menunggu pemilu presiden selesai sebelum mengucurkan dananya untuk investasi di Indonesia.

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 adalah 5,5 persen. Sejumlah kalangan sebenarnya sudah pesmistis target itu bisa dicapai karena pada semester pertama pertumbuhan ekonomi hanya berada di angka 5,17 persen. (CNA/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inflasi Desember Meningkat, Ini Komentar Gubernur BI

Inflasi Desember Meningkat, Ini Komentar Gubernur BI

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2015 | 16:10 WIB

BBM Naik, Inflasi 2014 Lebih Rendah Dibandingkan Inflasi 2013

BBM Naik, Inflasi 2014 Lebih Rendah Dibandingkan Inflasi 2013

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2015 | 10:53 WIB

Bank Dunia: Perekonomian Indonesia Bisa Tumbuh Lebih Baik

Bank Dunia: Perekonomian Indonesia Bisa Tumbuh Lebih Baik

Bisnis | Senin, 08 Desember 2014 | 15:55 WIB

Terkini

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest  di Solo Tetap Digelar

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar

Surakarta | Rabu, 04 November 2026 | 07:26 WIB

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 07:23 WIB

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:20 WIB

×