Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2014 Terendah dalam 5 Tahun

Doddy Rosadi, Tengku Sufiyanto

Kamis, 05 Februari 2015 | 12:22 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2014 Terendah dalam 5 Tahun
Ilustrasi: Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di pusat perekonomian, Jakarta, Jumat (23/1). (Antara)

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 sebesar 5,01 persen. Ini merupakan pertumbuhan ekonomi terendah dalam lima tahun terakhir. Pada 2013, pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,78 persen. Krisis finansial global menjadi pemicu lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merupakan negara terbesar di Asia Tenggara tengah melambat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya karena anjloknya komoditas eksport dan juga melemahnya permintaan dari negara besar seperti Cina dan juga pasar besar lainnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, pada tahun 2014, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,02% banyak ditopang oleh industri pengolahan.

Lanjut Suryamin, tahun lalu, industri pengolahan tumbuh 4,63%. Naik dibandingkan pertumbuhan pada 2013 yang sebesar 4,49%.

"Sudah ada perbaikan, tapi belum tinggi. Mudah-mudahan kalau perbaikan bisa menangkap penurunan barang modal," kata Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Menurut Suryamin, Peningkatan industri pengelolaan tersebut, didorong oleh sub sektor industri makanan dan minuman, percetakan, serta permesinan."

Ini karena Pemilu. Permintaan naik untuk kebutuhan kampanye dan sebagainya," ungkapnya.

Berdasarkan data BPS, tahun lalu pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,02% secara tahunan (year-on-year). Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan target pemerintah dalam APBN-P 2014, yaitu 5,5%.

Berdasarkan laporan dari BPS, ketidakpastian politik juga memberikan kontribusi atas melambatnya investasi asing yang masuk. Banyak calon investor yang menunggu pemilu presiden selesai sebelum mengucurkan dananya untuk investasi di Indonesia.

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 adalah 5,5 persen. Sejumlah kalangan sebenarnya sudah pesmistis target itu bisa dicapai karena pada semester pertama pertumbuhan ekonomi hanya berada di angka 5,17 persen. (CNA/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inflasi Desember Meningkat, Ini Komentar Gubernur BI

Inflasi Desember Meningkat, Ini Komentar Gubernur BI

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2015 | 16:10 WIB

BBM Naik, Inflasi 2014 Lebih Rendah Dibandingkan Inflasi 2013

BBM Naik, Inflasi 2014 Lebih Rendah Dibandingkan Inflasi 2013

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2015 | 10:53 WIB

Bank Dunia: Perekonomian Indonesia Bisa Tumbuh Lebih Baik

Bank Dunia: Perekonomian Indonesia Bisa Tumbuh Lebih Baik

Bisnis | Senin, 08 Desember 2014 | 15:55 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB