Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Bank Dunia: Perekonomian Indonesia Bisa Tumbuh Lebih Baik

Doddy Rosadi

Senin, 08 Desember 2014 | 15:55 WIB
Bank Dunia: Perekonomian Indonesia Bisa Tumbuh Lebih Baik
Ilustrasi: Kegiatan ekonomi di salah satu daerah hasil pemekaran. (Antara/Joko Sulistyo)

Suara.com - Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 hanya berada pada kisaran 5,1 persen atau lebih rendah dari proyeksi dalam laporan sebelumnya sebesar 5,2 persen.

"Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat mengakibatkan turunnya harga sejumlah komoditas Indonesia, serta memperkecil hadirnya peluang baru," kata Ekonom Utama Bank Dunia Ndiame Diop dalam paparan mengenai Laporan Triwulan baru di Jakarta, Senin, (8/12/2014).

Menurut Ndiame, estimasi ini dapat berbalik arah apabila investasi melampaui harapan pada 2015. Namun, Bank Dunia memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan tidak berbeda dengan situasi 2014, yaitu sebesar 5,2 persen.

"Konsumsi domestik masih menjadi penopang pertumbuhan, tapi apabila Indonesia memperkuat fondasi ekonomi dan memperkuat iklim investasi, maka laju pertumbuhan dapat lebih pesat. Namun, diproyeksikan pertumbuhan ekspor masih melemah," katanya.

Ndiame bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi dapat lebih tinggi dari 5,2 persen tahun depan, apabila pemerintahan baru fokus untuk melakukan pembenahan struktural serta investasi dalam pembangunan infrastruktur dasar maupun fisik.

"Proyeksi dapat lebih tinggi, apabila terjadi kondisi positif yaitu pemerintah berhasil melakukan reformasi struktural, dan investasi tumbuh sesuai harapan. Namun, situasi menjadi negatif apabila implementasi reformasi sangat terbatas dan penyerapan belanja modal lambat sehingga menghambat pertumbuhan," ujarnya.

Untuk tahun 2014, Ndiame menjelaskan perekonomian Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan yaitu penyerapan belanja modal yang masih jauh dari harapan, serta penurunan defisit neraca transaksi berjalan.

Sampai akhir Oktober, realisasi belanja modal hanya sekitar 38 persen dari pagu dalam APBN, sedangkan defisit neraca transaksi berjalan tercatat baru mencapai 3,1 persen dari PDB pada akhir triwulan III-2014.

"Penurunan secara bertahap defisit transaksi berjalan diperkirakan terus berlangsung dan bisa mencapai angka 2,8 persen dari PDB pada 2015," kata Ndiame.

Ia menambahkan Indonesia saat ini mempunyai kesempatan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan, setelah memiliki ruang fiskal Rp100 triliun dari penyesuaian harga BBM bersubsidi, apalagi dana perlindungan sosial untuk sektor kesehatan selama ini relatif rendah dibandingkan negara lain.

"Pembelanjaan yang baik, termasuk untuk pelayanan kesehatan dan program perlindungan sosial dapat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan yang melambat. Tanpa dukungan ini, tingkat kemiskinan yang saat ini 11,3 persen, akan tetap berada di atas angka delapan persen pada 2018," ujar Ndiame.

Ndiame menambahkan, meskipun memberikan ruang fiskal untuk belanja infrastruktur dan perlindungan sosial, namun penyesuaian harga BBM dalam jangka pendek menyebabkan laju inflasi menjadi lebih tinggi dari proyeksi awal.

"Inflasi diperkirakan mencapai 7,5 persen pada 2015, dan akan menurun pesat sebelum akhir tahun, apabila tidak ada gejolak lainnya," kata Ndiame.

Secara keseluruhan, Bank Dunia optimistis, perekonomian Indonesia dapat tumbuh lebih baik, meskipun menghadapi tantangan perlambatan investasi maupun ekspor pada 2015, dan hasil dari upaya reformasi struktural belum bisa dinikmati dalam jangka pendek. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:41 WIB

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:33 WIB

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:06 WIB

Menkes Budi: Sektor Kesehatan Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Menkes Budi: Sektor Kesehatan Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:18 WIB

Desa Harus Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Benteng Ketahanan Pangan

Desa Harus Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Benteng Ketahanan Pangan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 11:40 WIB

Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu

Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:05 WIB

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:35 WIB

WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa

WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:09 WIB

Pidato 1 Juni Presiden Prabowo: Klaim Swasembada di Tengah Harga Mencekik

Pidato 1 Juni Presiden Prabowo: Klaim Swasembada di Tengah Harga Mencekik

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:01 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB