Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Sebagian Besar Masyarakat Menganggap Indonesia Alami Resesi

Doddy Rosadi | Suara.com

Sabtu, 07 Februari 2015 | 16:02 WIB
Sebagian Besar Masyarakat Menganggap Indonesia Alami Resesi
Ilustrasi: Pengendara motor yang antre mengisi BBM. (Antara/M. Arif Pribadi)

Suara.com - Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen Global Survey pada Q4/2014 diketahui bahwa lebih dari setengah populasi masyarakat Indonesia menganggap kondisi ekonomi negara tengah mengalami resesi.

"Sekitar 59 persen menganggap Indonesia sedang mengalami resesi ekonomi, dan delapan dari 10 responden telah menyesuaikan kebiasaan belanja mereka," kata Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin di Jakarta, Sabtu, (7/2/2015).

Menurut dia, anggapan tesebut muncul akibat adanya kebijakan pemerintah yang menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada November tahun lalu.

Saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, muncul kekhawatiran dari masyarakat terhadap dampaknya pada harga kebutuhan pokok dan transportasi.

Pada riset tersebut diketahui juga bahwa 52 persen responden akan mengurangi pengeluaran berupa pakaian, dan 47 persen menunda pembelian barang teknologi atau "gadget".

"Selain itu masyarakat juga melakukan penyesuaian dengan mengurangi liburan di luar rumah dan menghemat pemakaian gas dan listrik," ungkap Agus menjelaskan riset yang dilakukan pada 502 responden di seluruh Indonesia itu.

Akan tetapi lebih lanjut didapat hasil bahwa delapan dari 10 konsumen Indonesia juga optimistis dengan kondisi keuangan personal akan tetap stabil dan membaik dalam 12 bulan ke depan.

Namun, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, optimisme kondisi keuangan pada Q4 merupakan yang terendah yaitu 80 persen, sedangkan Q1 83 persen, Q2 85 persen, dan Q3 85 persen, jelasnya.

Indonesia menduduki peringkat kedua pada Indeks Kepercayaan Konsumen bersama dengan Filipina dengan skor 120 berdasarkan hasil poin total riset tersebut.

"Walaupun pada kuartal ke-4 ada penurunan poin akibat perubahan harga BBM, namun secara umum tingkat keyakinan konsumen di Indonesia relatif tetap stabil," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tidak Ada Resesi Seks! Bantahan BKKBN Saat Angka Kelahiran Nasional Sama dengan Jumlah Penduduk Singapura

Tidak Ada Resesi Seks! Bantahan BKKBN Saat Angka Kelahiran Nasional Sama dengan Jumlah Penduduk Singapura

News | Kamis, 16 Februari 2023 | 16:04 WIB

Begini Cara Agar Indonesia Selamat dari Resesi Dunia Tahun 2023

Begini Cara Agar Indonesia Selamat dari Resesi Dunia Tahun 2023

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2022 | 08:34 WIB

Benarkah Indonesia Menuju Resesi? Ini 6 Fakta Sebenarnya

Benarkah Indonesia Menuju Resesi? Ini 6 Fakta Sebenarnya

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2022 | 16:19 WIB

Terkini

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:02 WIB

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:57 WIB