Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tips Membeli Rumah Murah dengan DP Rendah

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 17 Maret 2015 | 06:20 WIB
Tips Membeli Rumah Murah dengan DP Rendah
Properti

Suara.com - Rumah Guruh Dwi Riyanto di Babelan, Kabupaten, Bekasi Jawa Barat tampak tak terusus. Sejak pertama kali beli 2 tahun sampai sekarang, rumah itu dibiarkan kosong dan tidak direnovasi.

Pekerja media itu enggan menempatinya. Alasannya, rumahnya jauh dari pusat kota tempat dia bekerja. Lalu mengapa beli rumah di sana?

Rumah seluas 60 meter persegi itu berharga Rp 95 juta 2 tahun lalu. Guruh ikut program rumah subsidi, sehingga dia hanya membayar cicilan perbulan Rp 750 ribu selama 15 tahun. Cicilan itu tidak berubah selama itu.

"DP (down payment atau uang muka) rumah Rp 5 juta. Makanya saya ambil rumah itu, karena kuat bayar DP," kata Guruh kepada suara.com, Senin (16/3/2015) sore.

Namun sampai sekarang dia enggan menempati rumahnya. Sebab jarak rumahnya ke kantor tempat dia bekerja sejauh 38 km. Itu ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Jika dengan mobil melewati tol lingkar luar Jakarta, jarak tempuhnya mencapai 58 km lebih.

Bagimana dengan naik angkutan umum? Perumahan Puri Gardenia - nama perumahan itu - berjarak 10 km dari stasiun Bekasi.

"Harus naik mikrolet. Habis itu naik kereta. Kalau naik motor premium habis sampai 3 liter pulang balik rumah. Waktu tempuh 2 jam lebih, belum macet masuk ke Jakarta," kata dia.

Dengan kondisi itu dia memutuskan untuk tinggal di rumah susun di kawasan Jakarta Utara. Alasannya 'klasik', bisa dekat dengan tempat kerjanya di kawasan Jakarta Selatan dan tempat kerja istrinya di Kelapa Gading.

"(Nyesel beli rumah di sana?) Nggak sih. Itu untuk investasi atau dikontrakkan," kata Guruh yang mengatakan sampai saat ini belum ada orang yang ingin mengontrak rumahnya.

2 pilihan calon pembeli rumah

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda tidak heran dengan cerita seperti itu. Banyak calon pembeli rumah 'terjebak' dengan iming-iming DP rumah murah atau pun harga murah.

Akhirnya si pemilik rumah yang sudah terlanjur beli tidak bisa menggunakan propertinya dengan maksimal. Alih-alih hanya dikosongkan atau dikontrakkan. Kata Ali, si calon pembeli harus memperhatikan faktor jarak rumah dengan pusat kota. Selain itu juga memperhatikan akses transportasi.

"Kalau mau rumah dengan murah, yah pasti tempatnya akan jauh dari kota. Kalau yang agak mahal, yah kemungkinan lokasinya akan bagus," kata Ali saat dihubungi suara.com secara terpisah.

Namun, kata Ali, pemerintah tidak bisa membiarkan masyarakat perpenghasilan rendah senasib dengan Guruh. Pemerintah harus menyiapkan program atau skema kepemilikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut dia kebijakan pemerintah memberikan uang muka rendah sebesar 1 persen untuk pembelian rumah subsidi tidak cukup. Sebab konsumen berpenghasilan rendah akan dibebankan biaya besar di cicilan tiap bulan. Kata dia pemerintah perlu mempunyai 'bank tanah'. Tanah itu dimiliki pemerintah dan ada di wilayah yang terjangkau. Semisal dekat stasiun atau terminal bus.

"Masalahnya pemerintah belum menyiapkan bank tanah. sekarang rumah subsisi atau murah ada di ujung-ujung kawasan. Konsumen kejebak. Harga rumah Rp 150 juta yah di sana. Rumah yang harga segitu nggak dekat dengan stasiun atau sarana transportasi. Jangan sampai sudah beli tapi dikosongkan. Rumahnya itu dikontrakin lagi," cetus Ali.

BERITA MENARIK LAINNYA:

Buktikan Payudara Asli, Duo Serigala Rela Diremas

Jessica Iskandar Blak-blakan soal Pernikahannya

Bocah yang Tertembak Senjata Tentara Ternyata Sakit Kanker Tulang

7 Foto Meme Kocak #SaveHajiLulung

'Lubang Kiamat' Kembali Ditemukan di Siberia, Ilmuwan Khawatir

Misteri Patung Buddha Emas Ini Akhirnya Terungkap

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasangan Ini Membeli Rumah dengan Harga Rp20 Ribu

Pasangan Ini Membeli Rumah dengan Harga Rp20 Ribu

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2015 | 06:08 WIB

KemenPU-Pera Tak Punya Uang untuk Bangun 2 Juta Unit Rumah

KemenPU-Pera Tak Punya Uang untuk Bangun 2 Juta Unit Rumah

Bisnis | Senin, 12 Januari 2015 | 15:51 WIB

Alihkan Subsidi BBM untuk Bangun Rumah Murah

Alihkan Subsidi BBM untuk Bangun Rumah Murah

Bisnis | Senin, 01 September 2014 | 15:05 WIB

KPR Easy Payment, Cara Mudah Menyicil Rumah

KPR Easy Payment, Cara Mudah Menyicil Rumah

Bisnis | Selasa, 19 Agustus 2014 | 12:15 WIB

Polemik Rumah Murah, Menpera dan Pengembang Harus Duduk Bersama

Polemik Rumah Murah, Menpera dan Pengembang Harus Duduk Bersama

Bisnis | Selasa, 08 Juli 2014 | 15:33 WIB

Pengembang Rumah Mewah Keberatan Harus Bangun Rumah Murah

Pengembang Rumah Mewah Keberatan Harus Bangun Rumah Murah

Bisnis | Senin, 07 Juli 2014 | 15:53 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB