KemenPU-Pera Tak Punya Uang untuk Bangun 2 Juta Unit Rumah

Doddy Rosadi

Senin, 12 Januari 2015 | 15:51 WIB
KemenPU-Pera Tak Punya Uang untuk Bangun 2 Juta Unit Rumah
Ilustrasi: Pameran propertty. (Suara.com/Adrian Mahakam)

Suara.com - LSM Indonesia Property Watch menilai, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tidak mempunyai dana yang cukup untuk membangun 2 juta unit rumah. Direktur Eksekutif Ali Tranghanda mengatakan, dari dana sebesar Rp33 triliun di Kementerian PU-Pera, hanya sekitar 20 persen yang dialokaskan khusus untuk pembangunan rumah. Sedangkan sisanya untuk pembangunan infrastruktur.

“Saat ini fokus pemerintah lebih ke tujuan secara fisik terbangun tanpa mempertimbangkan wilayah-wilayah mana saja yang membutuhkan rumah paling besar, mengingat saat ini pemerintah pun belum mempunyai mapping mengenai kebutuhan rumah tersebut di masing-masing wilayah sehingga kebijakan pembangunanrumah yang ada tidak memperhitungkan lapangan dan hanya mengejar target secara fisik bangunan tanpa memperhatikan tingkat kebutuhan yang ada,” kata Ali dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (12/1/2015).

Ali mengatakan, dengan langkah strategi seperti ini maka dikhawatirkan sustainability perumahan nasional tidak akan terjadi. Kata dia, pembangunan infrastruktur tanpa perencanaan wilayah yang jelas akan mendongrak nilai tanah.

“Apabila pemerintah tidak segera membuat bank tanah yang khusus untuk rumah rakyat maka dikhawatirkan harga akan terus melambung dan rumah pun semakin tidak terjangkau. Oleh karena itu, Indonesia Property Watch mendesak pemerintah untuk segera membentuk bank tanah untuk dapat mengendalikan harga tanah,” tegasnya.

Ali menambahkan, bank tanah akan dapat mengendalikan harga tanah yang khusus untuk dibangun rumah murah sehingga tidak mengikuti mekanisme pasar yang semakin tinggi. Bank tanah ini bukanlah sesuatu yang baru karena ketika orde baru pernah ada konsep mengenai kavling siap bangun (kasiba) dan lingkungan siap bangun (lisiba).

Karena itu, fokus pemerintah ke sektor infrastruktur juga harus memperhatikan ketersediaan prasarana dan sarana wilayah untuk kawasan perumahan murah agar pengembang dapat menekan biaya yang ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dipertanyakan, Janji Jokowi Bangun 10 Juta Rumah

Dipertanyakan, Janji Jokowi Bangun 10 Juta Rumah

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2014 | 16:00 WIB

Rumah Empat Kamar Ini Dijual dengan Harga Rp20 Ribu

Rumah Empat Kamar Ini Dijual dengan Harga Rp20 Ribu

Bisnis | Sabtu, 13 Desember 2014 | 08:16 WIB

Pengembang Tak Mau Lagi Bangun Rumah Murah

Pengembang Tak Mau Lagi Bangun Rumah Murah

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2014 | 12:37 WIB

Harga Tanah Bisa Dikendalikan dengan Cara Ini

Harga Tanah Bisa Dikendalikan dengan Cara Ini

Bisnis | Jum'at, 28 November 2014 | 11:24 WIB

Alihkan Subsidi BBM untuk Bangun Rumah Murah

Alihkan Subsidi BBM untuk Bangun Rumah Murah

Bisnis | Senin, 01 September 2014 | 15:05 WIB

 Pemerintah Disarankan Bentuk Badan Pelaksana Perumahan

Pemerintah Disarankan Bentuk Badan Pelaksana Perumahan

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 13:08 WIB

Polemik Rumah Murah, Menpera dan Pengembang Harus Duduk Bersama

Polemik Rumah Murah, Menpera dan Pengembang Harus Duduk Bersama

Bisnis | Selasa, 08 Juli 2014 | 15:33 WIB

Pengembang Rumah Mewah Keberatan Harus Bangun Rumah Murah

Pengembang Rumah Mewah Keberatan Harus Bangun Rumah Murah

Bisnis | Senin, 07 Juli 2014 | 15:53 WIB

Terkini

Harga Pembelian Saham Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Ini Penjelasan BYAN

Harga Pembelian Saham Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Ini Penjelasan BYAN

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Cuma Kalah dari JDT dan Buriram United, Persib Bandung Masuk 3 Besar Klub Terbaik ASEAN

Cuma Kalah dari JDT dan Buriram United, Persib Bandung Masuk 3 Besar Klub Terbaik ASEAN

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Ekonom Kritik Pernyataan Prabowo soal MSCI, Dampaknya Bisa Sampai ke Masyarakat Kecil

Ekonom Kritik Pernyataan Prabowo soal MSCI, Dampaknya Bisa Sampai ke Masyarakat Kecil

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Bulog Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan di Kapal

Bulog Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan di Kapal

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Ngaku Polisi dan Pura-Pura Cari Kos, Komplotan Curanmor Gasak Motor Penghuni

Ngaku Polisi dan Pura-Pura Cari Kos, Komplotan Curanmor Gasak Motor Penghuni

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Apakah Bedak Tabur Marcks Mengandung Salicylic Acid? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Apakah Bedak Tabur Marcks Mengandung Salicylic Acid? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Mengapa Bahan Stainless Steel 316 Lebih Direkomendasikan untuk Botol Tumbler?

Mengapa Bahan Stainless Steel 316 Lebih Direkomendasikan untuk Botol Tumbler?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:18 WIB

6 Serum Pencerah Wajah untuk Flek Hitam, Semuanya di Bawah Rp50 Ribu!

6 Serum Pencerah Wajah untuk Flek Hitam, Semuanya di Bawah Rp50 Ribu!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:15 WIB

PKS Jajaki Komunikasi dengan Partai Lain soal Polemik Ijazah Gibran

PKS Jajaki Komunikasi dengan Partai Lain soal Polemik Ijazah Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:11 WIB

×