Konsolidasi Bank-bank BUMN Tak Cukup dengan Tukar Direksi

Arsito Hidayatullah

Senin, 30 Maret 2015 | 00:43 WIB
Konsolidasi Bank-bank BUMN Tak Cukup dengan Tukar Direksi
Ilustrasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (13/5). (Antara/Puspa Perwitasari)

Suara.com - Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Telisa Aulia Falianty, mengatakan bahwa kebijakan konsolidasi bank-bank BUMN tidak cukup dengan sekadar menukar atau merotasi direksi di dalamnya. Namun menurutnya, harus diikuti pula dengan langkah-langkah strategis lanjutan.

"Banyak faktor yang dipertimbangkan dalam melaksanakan konsolidasi perbankan, (jadi) tidak sekadar menukar atau merotasi direksi BUMN," ungkap Aulia, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (29/3/2015), terkait upaya pemerintah selaku pemegang saham melakukan rotasi sejumlah direksi bank BUMN.

Menurut Aulia, sebagai tahap awal untuk konsolidasi perbankan, rotasi direksi BUMN memang dibutuhkan. Tetapi hal itu menurutnya harus segera diikuti dengan langkah-langkah lanjutan yang strategis, mengingat masing-masing bank tersebut memiliki ego yang sulit untuk dihilangkan.

Aulia mengatakan, dibutuhkan direksi yang sanggup melakukan restrukturisasi sampai ke akar-akar, guna menghilangkan ego sektoral antarbank BUMN. Hal itu akan sulit untuk dilaksanakan, karena akan menghadapi kekhawatiran-kekhawatiran dari karyawan bank BUMN tersebut.

"Kekhawatiran mengenai remunerasi dan posisi menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan untuk melakukan konsolidasi perbankan," ujarnya.

Kemudian juga yang harus diingat, menurut Aulia, Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN, masing-masing memiliki segmen yang berbeda. Masing-masing ada yang ke arah korporat, ke ritel, perumahan, serta UMKM.

"Semua itu harus dipetakan terlebih dahulu sebelum melakukan konsolidasi," ungkap Aulia.

Aulia mengatakan, dibutuhkan rencana matang baik strategis maupun aksi konkret untuk mewujudkan bank BUMN yang kuat dari Kementerian BUMN selaku pemegang saham. Apalagi kalau arahnya dalam rangka mewujudkan integrasi perbankan 2020.

Aulia mengusulkan untuk menempatkan direksi dari luar BUMN, terutama bankir yang pernah bekerja di bank-bank swasta asing. Hal itu karena menurutnya mereka akan lebih mampu menembus batas-batas yang diciptakan di masing-masing BUMN tersebut.

"Saya khawatir kalau masih menempatkan direksi dari kalangan BUMN, mereka masih terbawa dengan sistem birokrasi. Beda dengan orang luar yang sudah memiliki pengalaman dan wawasan global," ujar Aulia.

Sebelumnya, pengamat ekonomi Universitas Brawijaya, Chandra Fajri, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memprioritaskan konsolidasi perbankan nasional sebagai program utama untuk dijalankan dalam 2-3 tahun awal pemerintahannya. Dia mengatakan, konsolidasi perbankan harus dijalankan oleh Presiden Jokowi agar pembangunan infrastruktur tak hanya urusan APBN, tetapi bisa juga jadi urusan perbankan.

Menurut Chandra, kesenjangan infrastruktur yang dialami Indonesia saat ini sudah menjadi kesepakatan berbagai pihak untuk dibenahi. Namun, yang justru belum menjadi kesepakatan bersama adalah sumber pembiayaan untuk membiayai pembangunan infrastruktur tersebut, mengingat APBN tidak memiliki kekuatan keuangan yang memadai saat ini.

"Hampir 60 persen dari belanja APBN habis untuk membayar gaji, dan sisanya untuk membayar subsidi dan utang," ujar Chandra.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang diselenggarakan empat bank BUMN pada bulan Maret ini, hasilnya adalah sejumlah direktur berpindah dari satu bank ke bank lain. Di jajaran direksi BTN misalnya, terdapat empat direktur baru, yakni Adi Setianto, Sis Apik Wijayanto, Sulis Usdoko, serta Oni Febriarto. Adi sebelumnya diketahui menjabat Direktur Jaringan dan Layanan Bank BNI, sedang Sis Apik sebelumnya menjabat sebagai Pimpinan Wilayah Bank BRI.

Sementara itu, rotasi juga terjadi di bank pemerintah lainnya. Dua direksi BRI yakni mantan Direktur Keuangan Ahmad Baiquni, dipilih untuk memimpin BNI sebagai Direktur Utama. Sedangkan mantan Direktur Jaringan dan Layanan BRI Suprajarto menduduki jabatan baru sebagai Wakil Direktur Utama BNI. Mantan Direktur Bisnis Komersial BRI Sulaiman Arif Arianto juga berpindah menjadi Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk.

Lalu, mantan Direktur BNI Gatot M Suwondo diangkat menjadi Komisaris BRI. Sedangkan Sunarso yang sebelumnya merupakan Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama Bank BRI. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BTN Setor Dividen Rp223 Miliar kepada Pemerintah

BTN Setor Dividen Rp223 Miliar kepada Pemerintah

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2015 | 14:57 WIB

Bank Mandiri Berambisi Kuasai Pasar ASEAN

Bank Mandiri Berambisi Kuasai Pasar ASEAN

Bisnis | Senin, 16 Maret 2015 | 15:16 WIB

Terkini

Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3

Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:30 WIB

Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo

Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 17:28 WIB

GJLS: Berapi-Api Rilis Official Poster, Rigen, Rispo, & Hifdzi Ngamuk Gara-Gara Gambarnya Ngeblur!

GJLS: Berapi-Api Rilis Official Poster, Rigen, Rispo, & Hifdzi Ngamuk Gara-Gara Gambarnya Ngeblur!

Entertainment | Kamis, 24 September 2026 | 17:25 WIB

Ini Akademisi yang Diundang Prabowo Bahas Lahan Gambut, Ada yang dari Nottingham University

Ini Akademisi yang Diundang Prabowo Bahas Lahan Gambut, Ada yang dari Nottingham University

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:22 WIB

Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Level Eropa, Pelatih Malaysia Buat Pernyataan Mengejutkan

Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Level Eropa, Pelatih Malaysia Buat Pernyataan Mengejutkan

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 17:22 WIB

UNIS Ucap Perpisahan Lewat Milky Way: Berharap Bertemu Lagi di Masa Depan

UNIS Ucap Perpisahan Lewat Milky Way: Berharap Bertemu Lagi di Masa Depan

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:20 WIB

Kesan Pertama Pemain Bangladesh Kali Pertama Injak Kaki di Jakarta, Takjub dengan Hal Ini

Kesan Pertama Pemain Bangladesh Kali Pertama Injak Kaki di Jakarta, Takjub dengan Hal Ini

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 17:17 WIB

Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:16 WIB

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:15 WIB

Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta

Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 17:11 WIB

×