Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Kamis, 24 September 2026 | 17:16 WIB
Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua
Anggota Komnas HAM Amiruddin Al Rahab. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Komnas HAM menyarankan Presiden Prabowo memerintahkan menteri terkait berkantor di Papua selama tiga bulan.
  • Pemerintah pusat perlu menangani pengungsi dan memperkuat koordinasi pelayanan publik daerah yang terdampak konflik.
  • Komnas HAM mengusulkan pembentukan tim gabungan penunjukan presiden untuk menginvestigasi kekerasan di Papua.

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyarankan Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah ekstra untuk menangani kekerasan dan konflik bersenjata yang terus terjadi di Papua.

Salah satu langkah yang diusulkan yakni memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra maupun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk berkantor di Jayapura selama tiga bulan untuk menangani persoalan hak asasi manusia di Papua.

“Bisa saja Presiden perintahkan Menteri Dalam Negeri berkantor di Papua selama tiga bulan. Atau Menko HAM Prof. Yusril berkantor dong di Jayapura, diperintahkan,” kata Anggota Komnas HAM Amiruddin Al Rahab di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

"Dia urus nih sebagai Menko untuk mengatasi masalah hak asasi manusia," katanya menambahkan.

Menurut dia, situasi kekerasan di Papua dalam enam bulan terakhir membutuhkan penanganan yang lebih terkoordinasi karena persoalannya telah melibatkan sejumlah provinsi.

Saat ini terdapat Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya dan sejumlah provinsi lainnya yang menghadapi persoalan kekerasan dan dampaknya.

“Lintas provinsi itu secara sistem pemerintah koordinasinya ada di menteri,” ujarnya.

Menurut Amiruddin, pemerintah juga perlu memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan efektif, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak konflik.

Ia menyebut pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah di tengah situasi kekerasan.

baca juga

Selain itu, persoalan pengungsian yang telah berlangsung selama bertahun-tahun juga perlu ditangani secara serius.

“Bahkan ada fenomena yang sudah berjalan hampir lima tahun, yaitu pengungsian. Nah, itu juga mesti ditangani oleh pemerintah. Apakah memenuhi kebutuhan sandang pangan, air bersih, hunian sementara,” kata Amiruddin.

Komnas HAM, kata dia, belum melihat penanganan terhadap kebutuhan pengungsi tersebut dilakukan secara memadai.

Karena itu, Amiruddin kembali menekankan perlunya langkah khusus dari pemerintah pusat untuk menangani persoalan Papua secara lebih terpadu. Salah satunya melalui pembentukan tim gabungan investigasi yang ditunjuk langsung oleh Presiden.

KKB Papua. (Tabloid Jubi/Istimewa)
KKB Papua. (Tabloid Jubi/Istimewa)

Komnas HAM Usul Tim Gabungan

Amiruddin mengatakan tim gabungan diperlukan untuk menginvestigasi berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengubah Batu Hitam Jadi Bahan Bakar: Bagaimana Proses Pembuatan Bensin Batubara?

Mengubah Batu Hitam Jadi Bahan Bakar: Bagaimana Proses Pembuatan Bensin Batubara?

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 14:51 WIB

Geger Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong, Menko Yusril Persilakan Media Liput ke Lokasi

Geger Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong, Menko Yusril Persilakan Media Liput ke Lokasi

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:02 WIB

Prabowo Undang Sejumlah Akademisi ke Istana, Ini yang Dibahas

Prabowo Undang Sejumlah Akademisi ke Istana, Ini yang Dibahas

News | Kamis, 24 September 2026 | 13:53 WIB

Perwakilan Buruh Sampaikan 11 Tuntutan ke Istana Sebelum Gelar Aksi di Jakarta

Perwakilan Buruh Sampaikan 11 Tuntutan ke Istana Sebelum Gelar Aksi di Jakarta

News | Kamis, 24 September 2026 | 12:42 WIB

Prabowo Kumpulkan Ahli Bahas Karhutla di Ratas, Bawa Agama dan Kurikulum Jadi Senjata Pencegahan

Prabowo Kumpulkan Ahli Bahas Karhutla di Ratas, Bawa Agama dan Kurikulum Jadi Senjata Pencegahan

News | Kamis, 24 September 2026 | 12:06 WIB

Terkini

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:15 WIB

Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta

Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 17:11 WIB

iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz

iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:10 WIB

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 17:08 WIB

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:06 WIB

Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan

Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:05 WIB

Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027

Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:04 WIB

4 Rangkaian Skincare Pink Salt yang Bisa Samarkan Pori-pori Besar

4 Rangkaian Skincare Pink Salt yang Bisa Samarkan Pori-pori Besar

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 17:04 WIB

Poret Pendidikan di Pinggiran Kuala Mesuji dalam Novel Anak-Anak Kuala

Poret Pendidikan di Pinggiran Kuala Mesuji dalam Novel Anak-Anak Kuala

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:00 WIB

Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman

Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman

News | Kamis, 24 September 2026 | 16:59 WIB

×