Pertamina: Blok Cepu Kuatkan Ketahanan Energi Nasional

Liberty Jemadu

Minggu, 12 April 2015 | 18:32 WIB
Pertamina: Blok Cepu Kuatkan Ketahanan Energi Nasional
Blok Cepu yang akan memproduksi minyak sebanyak 165 ribu barel/hari. (Antara/Agus Sudarmojo)
Direktur Utama PT Pertamina Dwi Sutjipto dalam konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur menyampaikan Lapangan Banyu Urip Blok Cepu akan menjadi harapan baru untuk mengamankan suplai energi nasional.

"Ini peristiwa bersejarah, dari lifting ini akan menambah minyak dan gas. Lifting dari Banyu Urip akan memenuhi 25 hingga 30 persen pasokan minyak nasional," kata Dwi seusai meresmikan lifting perdana di FSO Gagak Rimang, Minggu (12/4/2015).

Dia menjelaskan, hingga saat ini produksi minyak di Lapangan Banyu Urip secara bertahap meningkat hingga 80 ribu barel/hari, dan diharapkan pada akhir tahun ini meningkat lebih dari 165 ribu barel/hari.

Dwi berpendapat, jika target tersebut dapat terealisasi, maka Lapangan Banyu Urip akan menjadi ladang dengan hasil yang tertinggi di indonesia.

"Produksinya sekitar 25-30 persen produksi minyak nasional. Kita bisa mengurangi impor, menguatkan ketahanan energi. Karena 50 persen masih impor, sehingga tambahan ini sangat berarti," tuturnya.

Berawal dari Blok Cepu inilah, pengerjaan dan penyelesaian di blok-blok lainnya akan dilanjutkan, dengan tetap memperhatikan arahan dari kementerian ESDM dan SKK Migas, tukasnya.

"Apa yang kita lihat saat ini menjadi bukti bahwa ExxonMobil mampu menjadi 'leader' bersama kami, semoga ini menjaga kepercayaan pemerintah dan bagi swasta bisa menjadi contoh kerjasama yg baik," tutur Dwi.

Pada lifting itu, PT Pertamina EP Cepu (PECP) akan mengirimkan 550.000 barrel minyak mentah dari FSO Gagak Rimang ke kilang Pertamina di Cilacap dan Balongan dengan menggunakan Kapal Tanker Mt. Gunung Geulis milik Pertamina.

Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Cepu tersebut merupakan hasil kesepakatan yang telah ditandatangani oleh pemerintah dan kontraktor KKS pada 17 September 2005.

Kontraktor KKS Blok Cepu antara lain PEPC dengan kepemilikan saham 45 persen, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Ampolex Cepu PTE LTD 45 persen, dan BUMD setempat sebesar 10 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Tunjuk Pertamina sebagai BUMN Khusus Hilir Migas

Pemerintah Tunjuk Pertamina sebagai BUMN Khusus Hilir Migas

Bisnis | Jum'at, 10 April 2015 | 14:48 WIB

DPR Dukung Pertamina Ambil Alih Blok Mahakam

DPR Dukung Pertamina Ambil Alih Blok Mahakam

Bisnis | Rabu, 08 April 2015 | 00:39 WIB

Pertamina Tambah Kapal Pengangkut BBM

Pertamina Tambah Kapal Pengangkut BBM

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2015 | 14:39 WIB

Tinjau Pembanguan RFCC

Tinjau Pembanguan RFCC

Foto | Jum'at, 20 Februari 2015 | 14:50 WIB

Pengadaan Minyak Mentah

Pengadaan Minyak Mentah

Foto | Selasa, 17 Februari 2015 | 16:45 WIB

SBY: Indonesia Bukan Lagi Eksportir Minyak

SBY: Indonesia Bukan Lagi Eksportir Minyak

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2014 | 07:08 WIB

Chairul Tanjung akan Resmikan Proyek Blok Cepu Oktober 2014

Chairul Tanjung akan Resmikan Proyek Blok Cepu Oktober 2014

Bisnis | Jum'at, 12 September 2014 | 08:29 WIB

Pembangunan Blok Cepu Sudah 90 Persen

Pembangunan Blok Cepu Sudah 90 Persen

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2014 | 19:15 WIB

Lifting Minyak Tergantung Blok Cepu

Lifting Minyak Tergantung Blok Cepu

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2014 | 12:20 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×