Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Indonesia Targetkan Perdagangan ke Afrika 80 Persen

Tomi Tresnady | Suara.com

Selasa, 21 April 2015 | 00:05 WIB
Indonesia Targetkan Perdagangan ke Afrika 80 Persen
Pertemuan Tingkat Menteri Asia Afrika (Asian-African Ministerial Meeting), di Jakarta Convention Center, Senin (20/4/2015). [Antara/Reuters]

Suara.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menargetkan volume perdagangan Indonesia ke Afrika bisa meningkat sekitar 80 persen dalam kurun waktu tiga tahun ke depan melalui forum Asian-African Business Summit (AABS) 2015.

"Kita perlu menjajaki peluang bisnis serta promosi perdagangan yang lebih baik lagi di antara negara-negara Asia Afrika, tak terkecuali bagi Indonesia," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koordinator Asosiasi Noke Kiroyan di Kantor Kadin Jakarta, Senin (20/4/2015).

Noke yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana AABS 2015 itu mengatakan volume perdagangan Indonesia ke Afrika ditargetkan bisa meningkat dari semula 10,70 miliar dolar AS pada 2014 menjadi 20 miliar AS per tahun.

Berdasarkan catatan Kadin, nilai tersebut masih jauh rendah bila dibandingkan dengan nilai perdagangan antara Afrika dengan Tiongkok yang tembus hingga 200 miliar dolar AS dan dengan India yang mencapai 70 miliar dolar AS.

AABS sebagai "side event" peringatan 60 Tahun KAA yang diusung oleh Forum Bisnis Kadin Indonesia ini diharapkan dapat mendorong kerja sama selatan-selatan terutama di bidang perdagangan dan investasi.

Menurut Noke, perdagangan dan investasi di Afrika perlu diakselerasi karena bisa menjadi pasar yang menjanjikan apabila digarap secara optimal.

Selama ini, pandangan negatif terhadap Afrika karena beberapa isu, seperti wabah ebola, boko haram, dan pembajakan lepas pantai masih memengaruhi minat para investor.

Di sisi lain, Afrika dinilai cukup menarik untuk dilirik sebagai ladang investasi yang potensial, di antaranya Afrika Selatan dan Nigeria.

Afrika Selatan memiliki pendapatan per kapita sebesar 6.500 dolar AS, sedangkan Nigeria memiliki pendapatan per kapita sebesar 3.500 dolar AS dengan jumlah penduduk yang mencapai 175 juta orang.

Melalui AABS yang bertema "Revitalization of Asia Africa Partnership for Progress and Prosperity" ini, Kadin Indonesia berharap kerja sama ekonomi di antara negara-negara Asia Afrika pada sektor perdagangan, investasi, infrastruktur, maritim dan agribisnis dapat direalisasikan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi: Rajinlah Pantau Info Lalu Lintas Biar Tak Terjebak Macet

Polisi: Rajinlah Pantau Info Lalu Lintas Biar Tak Terjebak Macet

News | Senin, 20 April 2015 | 12:41 WIB

Kondisi Arus Lalu Lintas dari Jaktim ke Jakpus

Kondisi Arus Lalu Lintas dari Jaktim ke Jakpus

News | Senin, 20 April 2015 | 12:34 WIB

Layanan Kereta Commuter Tak Terganggu Pengamanan KAA

Layanan Kereta Commuter Tak Terganggu Pengamanan KAA

News | Senin, 20 April 2015 | 12:18 WIB

Arus Lalu Lintas Jalan Merdeka Selatan Pagi hingga Siang Ini

Arus Lalu Lintas Jalan Merdeka Selatan Pagi hingga Siang Ini

News | Senin, 20 April 2015 | 11:29 WIB

Hari Pertama KAA, Menlu Retno Galang Konsolidasi dengan 7 Negara

Hari Pertama KAA, Menlu Retno Galang Konsolidasi dengan 7 Negara

News | Senin, 20 April 2015 | 11:00 WIB

TMC: Sistem Buka Tutup Belum Berlaku, Lalu Lintas Masih Normal

TMC: Sistem Buka Tutup Belum Berlaku, Lalu Lintas Masih Normal

News | Senin, 20 April 2015 | 10:35 WIB

Kronologis Rusuh di Konser Drugs Free Asia Africa

Kronologis Rusuh di Konser Drugs Free Asia Africa

News | Minggu, 19 April 2015 | 18:36 WIB

Nonton Konser Drugs Free Asia Africa, Puluhan Orang Pingsan

Nonton Konser Drugs Free Asia Africa, Puluhan Orang Pingsan

News | Minggu, 19 April 2015 | 18:08 WIB

Kain Songket dan Wayang Golek Diminati  Peserta KAA

Kain Songket dan Wayang Golek Diminati Peserta KAA

News | Minggu, 19 April 2015 | 17:54 WIB

Indonesia akan Berbagi Pengalaman Atasi Konflik dengan Damai

Indonesia akan Berbagi Pengalaman Atasi Konflik dengan Damai

News | Minggu, 19 April 2015 | 17:24 WIB

Terkini

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:02 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:24 WIB

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB