Optimalkan Kinerja Bulog, Daerah Diimbau "Update" Hasil Panen

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 13 Mei 2015 | 07:53 WIB
Optimalkan Kinerja Bulog, Daerah Diimbau "Update" Hasil Panen
Ilustrasi petani menggiling padi saat panen di area persawahan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. (Antara)

Suara.com - Guna memaksimalkan penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog terutama pada musim panen, Kementerian Pertanian (Kementan) membuka akses informasi kepada seluruh Bulog di daerah untuk selalu meng-update daerah-daerah di mana yang sedang panen dan bagaimana cara mengaksesnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementan, Hasil Sembiring mengungkapkan, saat ini pihaknya mengkhawatirkan penyerapan Bulog yang dinilai masih cukup rendah. Padahal menurutnya, Kementan dan Bulog telah memiliki tim pemantau harga pembelian gabah dan beras, yang dibentuk berdasarkan Permentan Nomor 21/Permentan/PP.200/4/2015.

"Makanya kita buat sistem ini agar mempermudah Bulog menyerap gabah petani kita. Pak Menteri telah menyurati daerah untuk selalu meng-update Bulog, agar mereka mengetahui di mana lokasi panen dan bagaimana mengaksesnya," jelas Sembiring di Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Terkait rendahnya penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog, Sembiring menjelaskan hal itu terutama akibat terlambatnya laporan dari Bulog di daerah. Selain itu juga karena pedagang lebih dahulu melakukan pembelian, bukan karena produksi tidak ada.

Sembiring menjelaskan, saat ini pihaknya menduga banyak pedagang yang melakukan penyimpanan gabah sehingga tidak masuk ke pasar. Dia mencurigai pihak-pihak yang menyimpan gabah dan menunggu waktu-waktu tertentu untuk dapat dipasarkan itu terutama adalah penggilingan-penggilingan besar dan pedagang.

"Hasil panen saat ini tidak langsung masuk ke pasar, namun baru satu hingga dua bulan ke depan, karena harus melalui proses pengeringan dan penggilingan. Ini dimanfaatkan pedagang nakal. Jadi, (gabah) dikeluarin pada waktu-waktu tertentu saja," jelasnya.

Sehubungan dengan itu, Sembiring pun merekomendasikan kementerian terkait untuk segera melakukan pengecekan, guna menghindari terus melambungnya harga beras di pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kepastian Impor Beras Diputuskan Akhir Mei

Kepastian Impor Beras Diputuskan Akhir Mei

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2015 | 03:41 WIB

Bulog Didesak Jemput Bola Untuk Serap Beras Petani

Bulog Didesak Jemput Bola Untuk Serap Beras Petani

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2015 | 22:15 WIB

Beras Surplus, Kementan: Indonesia Tak Perlu Impor Beras

Beras Surplus, Kementan: Indonesia Tak Perlu Impor Beras

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2015 | 19:00 WIB

INDEF: Impor Beras Boleh, Asalkan Peran Bulog Sudah Benar

INDEF: Impor Beras Boleh, Asalkan Peran Bulog Sudah Benar

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 16:26 WIB

Terkini

Bukan Kesepian, Solo Date Bisa Menjadi Cara Seseorang Menikmati Jeda Bersama Diri Sendiri

Bukan Kesepian, Solo Date Bisa Menjadi Cara Seseorang Menikmati Jeda Bersama Diri Sendiri

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Bus TransJakarta Diadang Rombongan Pengantar Jenazah di Gunung Sahari, Sopir Terlibat Adu Mulut

Bus TransJakarta Diadang Rombongan Pengantar Jenazah di Gunung Sahari, Sopir Terlibat Adu Mulut

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Tiga Bulan Tak Juga Padam, DPR Minta Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Karhutla

Tiga Bulan Tak Juga Padam, DPR Minta Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Karhutla

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Chery Recall Ribuan Omoda 5 Lagi Akibat Kasus As Roda Copot

Chery Recall Ribuan Omoda 5 Lagi Akibat Kasus As Roda Copot

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Doli Kurnia Semprot Balik Hasyim Asy'ari Soal Gibran: Dapat Komisaris BUMN Itu Hadiah Siapa?

Doli Kurnia Semprot Balik Hasyim Asy'ari Soal Gibran: Dapat Komisaris BUMN Itu Hadiah Siapa?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:19 WIB

Prabowo Pilih Prof Satyawan Jadi Kepala BPGMN, Bakal Dilantik Pekan Depan

Prabowo Pilih Prof Satyawan Jadi Kepala BPGMN, Bakal Dilantik Pekan Depan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Ulasan Cidro Asmoro: Drama Komedi Musikal yang Sangat Menyentuh dan Lucu

Ulasan Cidro Asmoro: Drama Komedi Musikal yang Sangat Menyentuh dan Lucu

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Tanpa Persiapan Khusus, Fanny Ghassani Justru Bongkar Rahasia Sukses Lari 5K Tanpa Cedera!

Tanpa Persiapan Khusus, Fanny Ghassani Justru Bongkar Rahasia Sukses Lari 5K Tanpa Cedera!

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Gaya Konsumsi Orang RI Berubah Total, Data BPS dan TikTok Buktikan Ini

Gaya Konsumsi Orang RI Berubah Total, Data BPS dan TikTok Buktikan Ini

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:09 WIB

ISPA di Sumsel Tembus 52.483 Kasus, September Jadi yang Terburuk dan Kian Mengkhawatirkan

ISPA di Sumsel Tembus 52.483 Kasus, September Jadi yang Terburuk dan Kian Mengkhawatirkan

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:07 WIB

×