INDEF: Impor Beras Boleh, Asalkan Peran Bulog Sudah Benar

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 08 Mei 2015 | 16:26 WIB
INDEF: Impor Beras Boleh, Asalkan Peran Bulog Sudah Benar
Presiden Joko Widodo mengecek beras di gudang Beras Bulog di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (25/2). (Antara)

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi sinyal bahwa menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2015, pemerintah akan impor beras jika realisasi panen nasional rendah. Keputusan ini baru akan diumumkan pada Juli 2015.

Menanggapi sinyalemen tersebut, Direktur Intitute For Development Of Economics and Finance Enny Sri Hartati mengatakan sah-sah saja kebijakan itu.

“Dalam Undang-undang ada aturannya. Kalau kebutuhan dalam negerinya tidak mencukupi. Tapi kalau karena Bulog yang tidak bisa menyerap beras petani karena harga pasaran, maka ini bisa dibilang melanggar aturan undang-undang,” katanya saat ditemui di kantor INDEF, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2015).

Menurut Enny, Bulog memiliki peran bukan hanya menjaga stok beras, melainkan juga melindungi harga beli di tingkat petani. Dengan demikian, petani terus bergairah menanam padi.

“Kalau karena HPP tidak memenuhi kemudian dilakukan impor, ini akan terjadi distorsi. Makanya ini harus hati-hati, nanti malah muncul mafia ekonomi di dalam sini,” katanya.

Pasalnya, jika pemerintah tidak berhati-hati menyoal izin impor beras, kebijakan ini justru dapat membuat pertanian kian memburuk dan kasihan para petani.

“Bulog kan tugasnya sudah jelas, sebagai buffer stock bukan semata punya stok, tapi melindungi harga di petani. Ini yang berikan insentif untuk terus berproduksi, tidak menjual tanahnya karena tidak dinilai ekonomis sehingga tidak bisa jadi sumber kehidupan. Jangan sampai impor itu tujuannya melenceng impor untuk kepentingan stok nasional," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah. Inpres tersebut dikeluarkan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, melindungi tingkat pendapatan petani, dan stabilitas harga beras.

Melalui Inpres tersebut Presiden menegaskan pelaksanaan pengadaan melalui pembelian gabah/beras oleh pemerintah dilakukan oleh Perum Bulog.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Puasa, Harga Bahan Pokok di Jakarta Merangkak Naik

Jelang Puasa, Harga Bahan Pokok di Jakarta Merangkak Naik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2015 | 15:25 WIB

Jaga Stok Beras Jelang Puasa, Izin Impor Bulog Segera Terbit

Jaga Stok Beras Jelang Puasa, Izin Impor Bulog Segera Terbit

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2015 | 13:25 WIB

Jelang Lebaran, JK Beri Sinyal Buka Kran Impor Beras

Jelang Lebaran, JK Beri Sinyal Buka Kran Impor Beras

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2015 | 14:48 WIB

Muhammadiyah: Awal Puasa 18 Juni, Idul Fitri 17 Juli 2015

Muhammadiyah: Awal Puasa 18 Juni, Idul Fitri 17 Juli 2015

News | Minggu, 03 Mei 2015 | 13:56 WIB

Terkini

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 19:03 WIB

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:01 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 18:39 WIB

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

×