Bulog Didesak Jemput Bola Untuk Serap Beras Petani

Selasa, 12 Mei 2015 | 22:15 WIB
Bulog Didesak Jemput Bola Untuk Serap Beras Petani
Beras Bulog (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Suara.com - Kementerian Pertanian mendesak Perum Bulog untuk jemput bola agar bisa menyerap beras petani semaksimal mungkin.  Hal ini untuk memenuhi target yang dipatok Presiden Jokowi yang telah memerintahkan Bulog untuk menyerap beras petani 4,5 juta ton per tahun. Namun, hingga kini Bulog baru bisa menyerap 700.000 ton atau baru sekitar 25 persen dari target sebelumnya sebesar 2,75 juta ton beras.

"Bulog harus gencar melakukan penyerapan beras, memang ada beberapa masalah di lapangan. Misalnya soal peranan tengkulak yang dominan menyerap beras petani hingga soal harga beras petani yang tak sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP)," kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian pertanian Hasil Sembiring, Selasa (12/5/2015).

Dengan turun langsung ke lapangan dan membeli beras melalui petani secara langsung tanpa melalui mitra atau perantara, akan membuat Bulog lebih maksimal menyerapan beras.

Ia mengatakan, perkembangan produksi beras di awal musim panen ini memang masih fluktuatif. Menurutnya pada Maret tercatat ada produksi beras 2,4 juta, selama April sudah ada 1,9 juta ton.

Sembiring mengakui bahwa Bulog akan kesulitan menyerap beras petani lantaran harga beras di lapangan yang berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP) yang lumayan tinggi. Namun, lanjut dia, Bulog harus bisa mengubah cara lama yang membeli beras lewat mitra atau perantara.

"Pasti susahlah kalau sesuai HPP, tapi jika Bulog membelinya langsung ke petani siklus kan otomatis terpotong. Bulog beli langsung gabah kering panen petani maupun gabah kering giling. Kalau lewat perantara pasti mereka minta selisih harga," jelasnya.

Sembiring juga mengusulkan agar Inpres No.5 Tahun 2015 yang mengatur ketentuan HPP direvisi. Pasalnya, bila melihat kondisi harga beras yang fluktuatif, seharusnya pengadaan beras tak lagi berdasarkan HPP, tapi berdasarkan harga yang berlaku di pasar.

Berdasarkan ketentuan Instruksi Presiden (Inpres) pengadaan beras saat ini, Bulog hanya bisa membeli beras petani pada harga HPP Rp7.300/kg, Rp4.650/kg untuk gabah kering giling (GKG), dan Rp3.700/kg untuk gabah kering panen (GKP).

"Ini baru usulan. Kalau HPP nya lebih tinggi Bulog tidak akan kesulitan menyerap beras dan petani lebih memilih menjual ke pemerintah daripada tengkulak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI