Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Cari Dana Bangun LRT, Adhi Karya Tawarkan Right Issue Rp3 T

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 03 Juni 2015 | 18:25 WIB
Cari Dana Bangun LRT, Adhi Karya Tawarkan Right Issue Rp3 T
Ilustrasi dana [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. berencana melakukan penawaran umum saham terbatas atau right issue sebesar Rp3 triliun yang dilakukan lewat penyertaan modal negara sebesar Rp1,4 triliun dan estimasi dana dari publik sebesar Rp1,345 triliun.

Suara.com - Penerbitan right issue dilakukan lantaran perseroan ditunjuk oleh pemerintah untuk menggarap proyek kereta light rail transit di Jabodetabek. Nantinya, hasil dana dari right issue akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur transportasi massal kereta light rail transit.

Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan mengatakan rencananya penawaran umum saham terbatas atau right issue akan dilakukan oleh Adhi Karya pada Juli 2015.

“Rencananya kita akan melakukan right issue pada Juli nanti. Right issue ini rencananya sekitar Rp3 triliun sekian,” kata Kiswodarmawan saat ditemui usai rapat koordinasi proyek kereta light rail transit di kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, Rabu (3/6/2015).

Selain rights issue, lanjut Kiswodarmawan, juga akan mengombinasikan dari pinjaman sejumlah perbankan. Perseroan juga bakal melakukan peminjaman sekitar Rp7 triliun. Pasalnya, investasi pembangunan LRT untuk rute Cibubur-Bekasi mencapai Rp10 triliun.

Untuk pinjaman ke bank akan dilakukan oleh Adhi Karya setelah penerbitan right issue.

"Setelah right issue, Tahan ini harus. Wah gimana. Setelah dapet right issue baru bicara loan. Masak belum dapat right issue terus minta loan kan gak etis," kata dia.

Lebih lanjut, Kiswodarmawan menjelaskan tahun depan Adhi Karya akan mengajukan baru sebesar Rp2,1 triliun. Suntikan dana dari pemerintah tersebut seluruhnya akan digunakan Adhi untuk modal pembangunan kereta light rail transit, baik sarana maupun prasarana.

”PMN ini sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden, karena semua dananya untuk modal pembangunan LRT sampai Bogor,” katanya.

Untuk pembangunan proyek kereta light rail transit, lanjut Kiswodarmawan, diperkirakan memakan waktu tiga tahun. Dalam tahap pertama meliputi rute Cibubur-Cawang-Dukuh Atas dengan panjang mencapai 30 kilometer. Dia menargetkan konstruksi akan dimulai sekitar semester dua tahun 2015.

“Kalau enggak ada aral melintang bulan Agustus 2015 nanti akan mulai groundbreakingnya,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Tunggu Finalisasi Lahan Pembangunan Stasiun LRT

Pemerintah Tunggu Finalisasi Lahan Pembangunan Stasiun LRT

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2015 | 18:07 WIB

Terkini

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:11 WIB

Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot

Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:37 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:54 WIB

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:34 WIB

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:22 WIB

Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ

Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:17 WIB

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:15 WIB

Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran

Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:11 WIB